Dinsosnakertrans Sampang Sosialisasi Ketentuan UMK

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Sampang, Bhirawa
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sampang mengundang semua perusahaan di wilayah itu guna mensosialisasikan ketentuan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2015 yang telah ditetapkan Gubernur Jatim beberapa hari lalu.
“Ada sekitar 75 perusahaan yang kami undang untuk mengikuti sosialisasi tentang ketentuan UMK di Kabupaten Sampang yang telah ditetapkan Gubernur Jatim itu,” kata Kepala Dinsosnakertrans Malik Amrullah di Sampang, Minggu (30/11).
UMK 2015 di Sampang ditetapkan sebesar Rp 1.231.650, lebih tinggi dari UMK Pamekasan yang hanya Rp 1.201.750. Ketentuan UMK ini lebih tinggi dari usulan yang disampaikan pemkab, karena sebelumnya pemkab hanya mengusulkan Rp 1.175.000, atau naik Rp 55.000 dari 2014 yang hanya Rp 1.120.000.
“Usulan UMK yang disampaikan Pemkab Sampang ini sesuai dengan hasil kesepakatan bersama antara perwakilan buruh, pengusaha dan Dewan Pengupahan,” katanya.
Hanya saja, dalam realisasinya, justru ketentuan UMK di Kabupaten Sampang lebih tinggi dari usulan yang disampaikan pemkab berdasarkan kesepakatan semua pihak itu. Menurut Kabid Hubungan Industrial Dinsosnakertrans Kabupaten Sampang Insriani Krisnawati, rencana pertemuan dengan pengusaha untuk menyosialisasikan ketentuan UMK 2015 itu pada 9 Desember 2014.
Sementara dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura, Kabupaten Bangkalan terdata paling tinggi UMK nya, yakni sebesar Rp 1.267.300, lalu Sumenep Rp 1.253.500, dan yang ketiga Sampang sebesar Rp 1.231.650. Sedangkan UMK terendah di Madura ialah di Kabupaten Pamekasan, yakni Rp 1.201.750.
Sebagaimana di Kabupaten Sampang, ketentuan UMK di Kabupaten Pamekasan ini, juga melebihi usulan Dinsosnakertrans Pamekasan yang telah berdasarkan kesepakatan antara pengusaha, buruh, dan Dewan Pengupahan sebesar Rp 1.150.000. [lis]

Tags: