Dipameri Kawasan Jagung, Tanyakan Pemasaran

Bupati Fadeli menerima kunjungan tim verifikasi lapangan EPPD Dirjen Otoda Kemendagri. [suprayitno]

Lamongan, Bhirawa
Ada satu program Pemkab Lamongan yang mendapat perhatian Tim Nasional Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) dari Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Endang Catur. Dia mempertanyakan relevansi Program Kawasan Jagung Modern dengan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Endang, program itu sangat bagus karena bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun dia mempertanyakan ketersediaan pasar untuk menampung melimpahnya produksi jagung petani nanti.
Karena menurut dia, jika tidak tersedia pasar untuk membeli jagung, upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui Program Kawasan Jagung Modern tentu akan sulit dicapai.
“Saya memberi apresiasi atas inovasi Program Kawasan Jagung Modern ini di Lamongan. Namun bagaimana dengan pasarnya nanti ketika jagung sudah melimpah, ” ujar Endang Catur saat diterima Bupati Fadeli di Guest House Pemkab Lamongan, Kamis (19/01).
Menanggapi itu, Bupati Fadeli mengungkapkan saat ini sudah dilakukan pembangunan pabrik pakan ternak yang akan menerima jagung petani Lamongan. Pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas dua ribu ton perhari yang akan selesai di bangun pada Mei 2017.
Selain itu, dia menyebutkan Kementerian Desa juga sudah menjanjikan memberikan bantuan tempat untuk menyimpan jagung dalam jangka waktu yang lama. “Juga terdapat perusahaan yang sudah berkomunikasi dengan kami untuk menampung jagung yang ada di Lamongan, ” jelas dia.
Terkait EPPD, Endang mengungkapkan kedatangannya ke Lamongan untuk melakukan verifikasi lapangan, mencari data tambahan, peninjauan secara langsung melihat secara nyata good governance dan inovasi daerah.
“Ini karena Kabupaten Lamongan masuk dalam nominasi penerima penghargaan Tanda Kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha Tahun 2015, ” ungkap Endang Catur.
Ditambahkannya, pada tahun 2013 Pemkab Lamongan telah mendapatkan peringkat kedua, sedangkan pada tahun 2014 mendapatkan peringkat 7. ” Insha Allah pada tahun 2015 juga akan mendapatkan peringkat, karena sudah masuk nominasi, ” kata Endang Catur.
Masih menurut Endang Catur, jika sebelumnya verifikasi lapangan dilakukan di  Rumah Sakit, Sekolah dan TPA, tahun ini Tim verifikasi akan berfokus pada inovasi daerah yang menjadi icon dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. [yit]

Tags: