Diprediksi Pilkada Sidoarjo 2020 Diikuti Enam Calon

M. Iskak. (alikus/bhirawa)

Sidoarjo, Bhirawa
Hasil simulasi yang dilakukan oleh KPUD Sidoarjo, Pilkada di Kabupaten Sidoarjo pada 23 September 2020 mendatang, diprediksi akan diikuti oleh sekitar 6 calon. Empat lewat partai politik (Parpol) dan dua lewat non partai politik (independen ).
Ketua KPUD Sidoarjo, M.Iskak, mengatakan KPUD Sidoajo akan mulai membuka pendaftaran para Cabup/Cawabup ini, nanti pada 16 sampai 18 Juni 2020.
Tetapi khusus peserta dari independen, harus sudah menyerahkan syarat dukungannya kepada KPUD Sidoarjo, pada 19 sampai 23 Pebruari 2020.
“Nanti saat mendaftar, baik lewat partai politik maupun independen, semua persyaratannya sudah harus beres,” jelas M.Iskak, Jum at (10/1) akhir pekan lalu.
Iskak menyebut, salah satu diantaranya misal pendaftar yang berasal dari ASN maupun TNI/Polri yang masih aktif, harus menyertakan dokumen surat pengunduran diri dari lembaganya masing-masing.
Menurut M.Iskak, itu termasuk persyaratan wajib yang harus dilengkapi. Sebagaimana aturan dalam UU nomor 10/2016 dan peraturan KPU terkait pencalonan.
“Bila tidak ada, jelas akan kami coret, tidak bisa mendaftar, sebagai Cabup atau Cawabup,” katanya.
Iskak berpendapat meski saat ini sudah banyak calon yang mendeklarasikan diri, tetapi ia menganggap mereka masih belum sebagai Cabup. Karena belum mendaftar di KPUD dan masih belum ada penetapannya.
“Nanti setelah mendaftar di KPUD dan dilakukan penetapan calon, itu kami anggap sudah sebagai calon,” katanya.
Untuk penetapan sebagai calon, kata Iskak, nanti pada 8 Juli 2020, setelah mereka mendaftar pada 16 sampai 18 Juni 2020.
Bila nanti jumlah calonnya banyak, Iskak mengaku akan lebih senang. Karena masyarakat Kabupaten Sidoarjo akan bisa disuguhi dengan banyak pilihan. Masyarakat akan bisa memilah dan memilih.
Pada Pilkada tahun 2015 lalu, peserta Pilkada di Kabupaten Sidoarjo, sebut Iskak, ada 4 peserta. Diantaranya Imam Sugiri bersama Warih Andono, Saiful Ilah bersama Nur Ahmad Syaifudin, MG Hadi Sucipto bersama Abdul Kholiq dan Usman Ihsan bersama Tan Mei Wa.
Saat ini mereka yang akan maju mencalonkan diri, diakui Iskak, teah ramai memasang baliho dan pamlet dimana-mana. Itu hak mereka. Tetapi nanti bila calon peserta sudah ditetapkan KPUD, mereka tidak bisa sembarangan memasangnya. Sebab semuanya sudah diatur. Karena ada titik yang boleh dipasangi baliho atau pamlet, juga ada titik yang dilarang.
“Kalau sampai nekat dilanggar, maka akan bisa diturunkan oleh petugas,” katanya.(kus)

Tags: