Dirut RSUD Sidoarjo Ditegur Kemenkes

Dr Atok Irawan SpP

Sidoarjo, Bhirawa
Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Sidoarjo, semakin menurun. Data per Kamis (15/10) hanya ada 65 orang yang dirawat di RSUD milik Pemkab Sidoarjo. Rinciannya, 36 orang positip Covid-19 dan 19 orang suspect yang masih isolasi mandiri menunggu hasil pasti tes swab PCR.
Dirut RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan SpP, mengutarakan akibat ada isu rumah sakit menggelembungkan jumlah pasien Covid-19, pihaknya sempat mendapatkan teguran, baik dari Gubernur Jatim dan Kemenkes. Maupun pihak lain yang juga banyak menanyakannya.
“Darimana rumah sakit menggelembungkan jumlah pasien Covid-19, tidak ada itu, data itu sangat tendesius,” komentar dr Atok Irawan SpP, kemarin.
Dirinya juga sempat memberi data jumlah pasien Covid-19 di RS rujukan Covid lainnya di Kab Sidoarjo, per 15 Oktober, kemarini. Diantaranya di RS Siti Fatimah ada 6 pasien ( 3 positip, 2 suspect, 1 suspect luar Sidoarjo).
Di RS Anwar Medika 5 pasien ( 4 positip, 1 suspect), RS HM. Mawardi 17 pasien ( 14 positip, 2 suspect, 1 probable) dan dan RSI Siti Hajar ada 63 pasien (62 positip dari Sidoarjo dan 1 dari luar Sidoarjo).
Laporan kondisi pasien Covid-19, baik yang ada di RSUD maupun di 11 RS rujukan pasien Covid-19, tiap hari diupdate pada sejumlah aplikasi. Misalnya ke sistim informasi rumah sakit (SIR) online milik Kemenkes, juga ke Dinkes lewat e-mail, aplikasi all record, juga dengan Covid Jatim.
Dikatannya, data pasien Covid-19 yang disampaikan lewat SIR online, misalnya, kata dr Atok, itu termasuk data yang valid. Sebab, kebenarannya dicek oleh pihak BPJS, karena terkait klaim atas pembayaran jasa perawatan kesehatan itu. ”Darimana rumah sakit menggelembungkan jumlah pasien Covid,” kata dr Atok, kembali.
Dokter spesialis paru itu meneruskan, pihaknya juga telah mengumpulkan 11 RS rujukan Covid-19 yang ada di Kab Sidoarjo, yang isunya ada 3 RS yang mendapat teguran dari Dinkes Kab Sidoarjo, terkait isu penggelembungan pasien tersebut. Ternyata isu itu tidak pernah diterima oleh 3 RS rujukan Covid.
“Semua tuduhan itu, telah melukai perjuangan kami, yang selama ini telah merawat ratusan pasien Covid, bahkan para tenaga kesehatan juga menjadi korban Covid, mereka yang membuat isu itu bisa kualat, sebab Allah tidak tidur,” kata pria yang pernah mendapat penghargaan dari Kemenpan RI sebagai ASN teladan tingkat Nasional itu.
Menurut dr Atok, isu menggelembungkan jumlah pasien Covid itu termasuk tuduhan atau isu baru lagi. Karena sebelumnya, rumah sakit juga dituduh telah mengcovidkan pasien. ”ini bisa menjatuhkan mental dari para tenaga kesehatan yang selama ini telah berjuang merawat pasien Covid-19,” katanya. [kus]

Rate this article!
Tags: