Disbudpar Jatim Promo Lewat Aplikasi Seluler

Disbudpar Jatim Promo Lewat Aplikasi SelulerPemprov Jatim, Bhirawa
Tahun mendatang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim bersama salah satu perusahaan provider nasional menyiapkan aplikasi seluler untuk mempromosikan kepariwisataan di Jatim.
Sebelumnya, langkah pembuatan aplikasi itu juga sudah direalisasikan Pemkab Banyuwangi dengan beragam figur untuk mempermudah wisatawan untuk mengunjungi objek wisata yang ada di Banyuwangi.
Kepala Disbudpar Jatim, Dr H Jarianto MSi mengatakan, Aplikasi untuk handphone yang sekarang masih dalam tahap pembuatan itu, nantinya bisa di download secara gratis.
“Kami akan mempromosikan wisata di Jatim melalui aplikasi di handphone. Jadi nanti tinggal klik saja, keluar berbagai informasi mengenai wisata yang ada di seluruh Jatim,” katanya, Senin (29/12).
Dikatakan  Jarianto, pihaknya menargetkan kenaikan wisatawan pada 2015 mencapai 10 persen seperti tahun sebelumnya. Apalagi kini sudah ada pembangunan bandara di beberapa Kabupaten/Kota di Jatim yang akan memudahkan wisatawan untuk berkunjung.
Menurut Jarianto, jumlah wisatawan mancanegara ke Jatim melalui bandara juanda dan over land tahun 2013 mencapai 300.090 orang atau naik 11,47 % di banding tahun 2012 sebesar 269.943,- orang, sedangkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara( Wisnus) ke Jatim pada tahun 2013 berjumlah 39.663.995,- jumlah tersebut  naik 19,38 % di bandingkan tahun 2012 yang jumlahnya 33.224.659,- orang..
Dikatakannya, sejumlah bencana, seperti banjir, longsor, dan gunung berapi, diprediksi Jarianto tidak terlalu berpengaruh. “Seperti Gunung Bromo yang sempat mengalami status siaga beberapa waktu lalu, ternyata justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,”katanya
Disisi lain, diungkapkannya, pekerjaan rumah yang harus selalu dikerjakan untuk kepariwisataan di Jatim adalah pembenahan sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada di masing-masing objek wisata di Jatim agar pelayanan yang diberikan pada wisatawan baik nusantara dan mancanegara lebih baik lagi.
Selain itu, lanjut Jarianto, upaya untuk mempromosikan wisata di Jatim ke depan yaitu melangsungkan kegiatan direct promotion atau promosi langsung dengan melibatkan seller dan buyer untuk bertransaksi.  [rac]

Tags: