Disdikbud Kabupaten Jombang Gelorakan Seni dan Budaya di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen bersama peserta lomba bahasa dan seni.

Jombang, Bhirawa
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang semakin gencar menggelorakan seni dan budaya di satuan pendidikan. Salah satunya dengan nguri-uri kesenian Jaranan Dor, hingga menggelar event rutin tingkat kabupaten yakni, lomba bahasa dan seni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Jombang, Senen mengatakan, pihaknya tidak ingin seni dan budaya lokal hilang ditelan masa.

“Kami ingin, seni dan budaya lokal kita tidak hilang ditelan masa, dengan cara memberikan kepada peserta didik pengetahuan sebanyak-banyaknya tentang kesenian lokal kita,” kata Kadisdikbud Kabupaten Jombang, Senin (26/02).

Seperti yang dilakukan Bidang Kebudayaan Disdikbud Kabupaten Jombang yang sibuk membuat tutorial Jaranan Dor yang kemudian akan diajarkan kepada guru dan siswa.

Jaranan Dor yang menjadi kesenian Jombangan akan dijadikan event pemecah rekor jika telah siap.

“Akan kami adakan workshop untuk pendidik baik SD dan SMP negeri,” ujarnya.

“Agar nanti kami bisa menyajikan tampilan kesenian tradisional pada event-event yang diadakan. Dan kita juga punya harapan memecahkan rekor untuk Jaranan Dor,” bebernya.

Bidang Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Jombang memiliki cara sendiri untuk melestarikan kesenian di tingkat sekolah, yakni melalui lomba bahasa dan seni serta lomba literasi yang dilaksanakan Senin (21/02) lalu di Aula 1, Aula 2 dan Aula 3 Disdikbud Kabupaten Jombang, aula terbuka, gedung kesenian dan di Aula SMKN 3 Jombang.

Lomba yang diadakan yaitu lomba pidato bahasa Jawa, lomba Macapat, lomba baca puisi, lomba literasi dan lomba peragaan busana.

“Untuk yang literasi bisa diikuti SD negeri dan swasta. Kalau untuk bahasa dan seni perwakilan kecamatan, jadi kecamatan sudah melakukan seleksi sebelumnya,” terangnya. Kegiatan ini dibuka oleh Kadisdikbud Kabupaten Jombang, Senen.

Kadisdikbud Kabupaten Jombang menyampaikan manfaat lomba ini digelar untuk melatih kemampuan berbahasa anak-anak.

“Ini adalah bagian untuk melestarikan dan membiasakan supaya anak-anak kita yang sekarang ini bisa berbahasa Jawa,” jelasnya.

Dijelaskannya, lomba digelar untuk mengetahui kompetensi dan kemampuan dari anak-anak.

“Ada lima jenis perlombaan yang dilaksanakan pagi ini, di antaranya Literasi, Baca Puisi, Macapat, Peragaan Busana, dan Pidato Bahasa Jawa,” paparnya.

“Melalui lomba ini akan lahir juara-juara baru,” tutupnya. [rif.adv]

Tags: