Disdikbud Pemkab Probolinggo Sosialisasi Pengenalan Bahaya Narkoba

Sosialisasi Pengenalan Bahaya Narkoba dan Fasilitasi PTK Persiapan Purna Tugas.

Pemkab Probolinggo, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan sosialisasi pengenalan bahaya narkoba, serta fasilitasi PTK persiapan purna tugas. Kegiatan yang digelar di aula Ki Hajar Dewantara Disdikbud Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 48 orang peserta terdiri dari guru PJOK atau guru olahraga SD di Kabupaten Probolinggo.

Selama kegiatan mereka mendapatkan materi berbagai bahaya dan resiko kesehatan akibat penggunaan Narkoba oleh narasumber terdiri dari Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo AKP Ahmad Jayadi dan Apoteker Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo Hajar Setyo Palupi.

Kepala Disdikbud Kabupaten Probolinggo Fathur Rozi melalui Analis Kebijakan Muda Like Widyawati, Rabu (10/8) mengatakan kegiatan ini bertujuan agar semua guru olahraga dapat menyampaikan di lembaganya agar segera disosialisasikn di sekolah agar siswa tidak ada yang menggunakan semua jenis narkoba.

“Kita menghimbau kepada guru olahraga untuk bisa mensosialisasikan kepada sekolah utamanya peserta didik jangan sampai mengenal bahkan memakai Narkoba mengingat sangat beresiko untuk kesehatan,” katanya.

Like menegaskan bahaya narkoba ini sangat penting untuk dikenalkan kepada para peserta didik di sekolah.

“Mengingat pentingnya untuk segera disampaikan tentang resiko dan bahaya narkoba bagi siswa dan remaja yang saat ini sudah banyak anak-anak lepas kontrol dari orang tua dan guru sehingga dampak dari narkoba bisa dikurangi dan bahkan tidak terjadi lagi pada anak-anak didik kita,” pungkasnya.

Selain itu di setiap Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan memfasilitasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) sebagai persiapan menghadapi purna tugas pada tahun 2022 dan 2023.

Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang PTK yang akan purna tugas. Hal ini berkaitan dengan fasilitasi urusan pensiun mulai dari program Tabungan Hari Tua (THT), Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) dan lain sebagainya.

Fasilitasi yang digelar bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Probolinggo Soetta ini dihadiri oleh Korwil Bidang Dikbud Kecamatan Leces Joko Rohani Sanjaya dan Kepala Cabang BSI Probolinggo Soetta Zuan Frika Pramuryanto.

“Untuk fasilitasi persiapan purna tugas ini, kami Korwil Bidang Dikbud Kecamatan Leces bekerja sama dengan salah satu bank yang sudah menjadi kesepakatan teman-teman untuk Bank Syariah Indonesia Cabang Probolinggo,” katanya.

Menurut Like, kegiatan ini bertujuan memberikan sosialisasi terkait dengan persiapan purna tugas para PTK yang ada di Kecamatan bekerja sama dengan BSI Cabang Probolinggo yang merupakan mitra dari Taspen.

“Supaya nantinya para PTK yang ada di Kecamatan Leces dalam rangka purna tugas untuk pembayaran pengurusan Taspen dan pengurusan gaji selanjutnya ada yang memfasilitasi, salah satunya melalui BSI Cabang Probolinggo,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini Like mengharapkan nantinya para PTK yang mau purna tugas di tahun 2022 dan 2023 di Kecamatan Leces ada kemudahan dalam pengurusan pensiun, program THT, Taspen dan lain sebagainya. Artinya bisa mudah, cepat dan murah.

“Teman-teman yang mau purna tugas persiapannya tinggal menunggu SK pensiun saja. Sebab teman-teman sudah melakukan pemberkasan untuk pengajuan pensiun. Jadi untuk pengurusan Taspen dan lain sebagainya tinggal menunggu SK pensiun,” tuturnya.

Satresnarkoba Polres Probolinggo bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap 12 kasus narkotika sekaligus dengan mengamankan 15 tersangka dalam kurun waktu Juli 2022. Penyalahgunaan narkotika yang berhasil diungkap petugas yakni 18,02 gram sabu-sabu, 41,36 gram ganja, dan 37.741 butir pil koplo. Hal ini diungkapkan Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, ia memberikan apresiasi atas pengungkapan yang dilakukan oleh Sat Resnarkoba dan Polsek Jajaran.

“Saya memberikan apresiasi atas pengungkapan selama satu bulan ini. Karena ungkap kasus narkotika ini setidaknya menyelamatankan 4000 anak generasi penerus bangsa,” kata Kapolres Probolinggo saat konferensi pers di Halaman Mapolres Probolinggo.

Lebih lanjut Kapolres Probolinggo menambahkan dari 12 kasus yang berhasil diungkap, terdapat tiga kasus yang menjadi atensi dan perhatiannya. Kasus pertama yakni kepemilikan sabu seberat 10,06 gram oleh saudara DJ (52), warga Brani Kulon, Maron, Kabupaten Probolinggo. Ia bahkan merupakan oknum perangkat desa di Desa Brani Kulon Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo

“Sebagai perangkat desa seharusnya ia mengayomi masyarakatnya bukan malah menghancurkan masa depan masyarakatnya. Akibat perbuatannya ia dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Sub 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, seumur hidup, atau pidanan mati,” ucap Kapolres.

Kasus kedua yakni DS (48), warga Pasuruan yang tinggal di Sukapura, Probolinggo. Ia dibekuk petugas usai kedapatan menguasai dan memiliki ganja seberat 41,36 gram. Akibat tindakannya itu ia terancam pasal 111 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara. Sedangkan kasus ketiga yakin diringkusnya dua pengedar pil koplo dengan inisial SFA (37) warga Banyuanyar, Probolinggo dan WHA (29), warga Maron Probolinggo.
Saat dibekuk SFA kedapatan menyimpan 28.000 butir pil dexthrometrophan, sementara WHA menyimpan 3.123 butir pil trihexipinidly.

“Kedua tersangka diancam dengan Pasal 197 Sub Pasal 196 UUU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan pidana maksimal 10 tahun penjara, karena itulah perlunya sosialisa,asi pengenalan bahaya narko” tambah Kapolres Probolinggo.(Wap.hel)

Foto: Dispendik sosialisasi pengenalan bahaya narkoba.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Tags: