Diserang Hama, 10 Hektar Lahan Jagung Terancam Gagal Panen

Salah satu petani penggarap lahan milik perhutani yang tanamannya habis dimakan tikus, tupai dan kera Hutan.

Tuban, Bhirawa
Akibat Diserang hama tikus, sepuluh hektar lebih tanaman jagung usia 75-80 hari dilahan Perhutani Petak 31 tepatnya di Dusun Sidorejo, Desa Ngimbang, Kecamatan Palang terancam gagal panen).
Seperti yang dialami Sutarji (46) warga setempat yang memiliki lahan sekitar setengah hektar ini mengaku tanaman jagungnya nyaris habis sejak sepekan terakhir. Hama tikus itu hanya merusak jagung, sedangkan daun dan batangnya tak dimakan. “Tak bisa di panen, ya di buat pakan hewan ternak saja,” ujar Sutarji, Rabu (6/2).
Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Pendamping petani Desa Ngimbang, Yamani, mengatakan hama yang menyerang bukan hanya tikus hutan, malainkan ada tupai, dan kera. Ketika jagung dirusak, bekas gigitan langsung dihinggapi lalat kemudian muncul ulatnya. “Dua pekan berjalan serangan hama ini,” jelasnya.
Selain di Kecamatan Palang, informasi hama tikus hutan juga menyerang sebagian kecil petani di Kecamatan Widang. Adapun kecamatan lainnya belum ada info dari petani. Khusus di Desa Ngimbang, kerusakan meluas hingga 10 hektare. Kerugian per hektarenya sekira Rp10 juta. Kerugian tersebut dengan kalkulasinya mulai pengolahan lahan, bibit, hingga perawatan. [hud]

Tags: