Diserbu Ribuan Ubur-ubur, PLTU Paiton Pastikan Tenaga Listrik Aman

Personel standby 24 jam dan dibantu nelayan mengusir ubur-ubur.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Meski ada serangan ubur-ubur, hal ini tidak membuat PT PJB terganggu. Pasokan listrik tetap aman, namun ubur-ubur harus tetap dihalau dengan cara yang aman bagi lingkungan. Hal itu diungkapkan Iwan Agung Firstantara, direktur utama PT PJB, Kamis 30/4/2020.
Dia mengatakan, walau ada serangan ubur-ubur, pihaknya tetap berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik, khususnya di Sistem Kelistrikan Jawa Bali. “Kejadian ini bukan hal yang mudah bagi kami karena serangan ubur-ubur ini terjadi pada saat pandemi Covid-19 dan bulan Ramadan. Tetapi, sebagai lini terdepan kelistrikan kami berkomitmen untuk siap mengatasi kejadian ini,” paparnya.
Iwan menjelaskan, kondisi per hari kemarin, ubur- ubur masih terlihat di sekitar kanal intake water. Tetapi, tidak sebanyak di hari pertama dan kedua. Tim Paiton 1-2 masih mengupayakan dengan tetap memegang kaidah keselamatan dan kelestarian alam dan lingkungan.
”Di garda terdepan terdapat 15 personel yang standby 24 jam nonstop dengan sistem sif untuk menyaring ubur- ubur. Dibantu dengan para nelayan untuk menghalau ubur-ubur agar tidak mendekati kanal intake water,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kurun waktu tiga hari terakhir, PT PJB Unit Pembangkitan (UP) Paiton 1-2 diserbu ubur-ubur. Ubur-ubur yang jumlahnya bisa mencapai ribuan tersebut, mulai terlihat di sekitar bawah conveyor sejak Sabtu 25/4.
Untuk menjaga kontinuitas penyediaan tenaga listrik, PT PJB UP Paiton sudah mempersiapkan langkah menghadapi serangan ubur- ubur tersebut. Mulai kendalikan ubur-ubur metode kehati-hatian dan ramah lingkungan dengan tiga lapis pengaman berupa jaring-jaring. Tak hanya itu, PT PJB juga sampai menurunkan 15 orang tim dibantu para nelayan untuk menghalau ubur-ubur. Ini agar ubur-ubur tidak mendekati sampai kanal intake water.
General Manager UP Paiton 1 dan 2 Mustofa Abdillah mengatakan, ribuan ubur-ubur yang terpantau bergerak secara masif dari arah barat sudah dikendalikan sejak awal. Yaitu, dengan 3 lapis pengaman berupa jaring-jaring. Pertama dipasang di intake kanal tempat masuk air laut yang berfungsi sebagai pendingin kondensor unit pembangkit. ”Jaring-jaring ini adalah pengaman pertama untuk mencegah ubur-ubur masuk ke dalam intake kanal,” katanya.
Pengaman kedua, dikatakan Mustofa, ditempatkan di wilayah pompa. Ini untuk menghindari ubur-ubur tersedot pompa. Terakhir, dipasang di depan area mesin untuk menghindari ubur-ubur masuk ke dalam komponen mesin dan mengganggu operasional PLTU Paiton.
”Selain pengamanan internal tersebut di atas, kami juga menggandeng nelayan di sekitar unit untuk melakukan pengusiran ubur-ubur ini,” terangnya.
Dengan menggunakan 7 perahu nelayan, lanjut Mustofa, ubur- ubur dijaring menggunakan jala nelayan lalu digiring dan dilepas di tengah laut. Tujuan menjaga kelestarian lingkungan dan tidak membunuh ubur–ubur. “Berkaca pada pengalaman tahun 2016 yang lalu, kali ini kami lebih siap.
“Berbeda dengan kunjungan pada tahun 2016, kali ini PT PJB telah mempersiapkan langkah penanganan untuk menjaga keberlangsungan penyediaan listrik di pembangkit yang memiliki daya terpasang 800 MW ini tidak terganggu.”
“PJB memastikan menggunakan metode kehati-hatian dan ramah lingkungan untuk menjaga biota laut ini tidak masuk ke dalam mesin pembangkit dan tetap terjaga kelestariannya. Ubur-ubur dikendalikan dengan 3 lapis pengaman berupa jaring-jaring.”
“Kejadian ini bukan hal yang mudah bagi kami, karena serangan ubur-ubur ini terjadi pada saat Pandemi COVID-19 dan di tengah bulan Ramadan, namun sebagai lini terdepan kelistrikan kami berkomitmen untuk mengatasi kejadian ini dengan sepenuh hati.” paparnya.
Alhamdulillah, metode-metode yang terlah kami lakukan tersebut telah terbukti berhasil. Selain kontinuitas penyediaan tenaga listrik terjaga, yang paling penting adalah metode tersebut harus ramah lingkungan,” tambahnya lagi.(Ma.Wap)

Tags: