Disiapkan Menuju New Normal, Dua Kampung Tangguh Covid-19 Ditinjau

Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab bersama Pejabat Forkopimda Jombang dan Polda Jatim saat meninjau Kampung Tangguh Covid-19, Rabu (27/05). [arif yulianto/bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Dua Kampung Tangguh Covid-19 di Kabupaten Jombang yang berada di Desa Sengon dan Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang ditinjau oleh Bupati Jombang bersama Pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jombang serta Polda Jawa Timur (Jatim), Rabu (27/08). Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab dan Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan tak menampik jika keberadaan Kampung Tangguh Covid-19 ini ‘Ending’ nya yakni menuju New Normal.
Saat melakukan pemantauan Kampung Tangguh Covid-19 di Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengungkapkan, keistimewaan Kampung Tangguh Covid-19 ini yakni, semua elemen masyarakat terlibat di sini.
“Kita melibatkan semua elemen masyarakat. Tidak hanya kepala desa, ada BPD, ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, relawan, semua bergotong-royong bersama untuk menjaga desanya untuk memutus mata rantai Covid-19,” ujar Bupati Mundjidah Wahab di lokasi.
Selain itu lanjut Bupati Jombang, di Kampung Tangguh Covid-19 ini, Siskamling digerakkan sehingga, tamu yang tidak dikenal ataupun pemudik bisa terpantau.
Dia juga menambahkan bahwa, adanya Kampung Tangguh Covid-19 juga akan dikembangkan lagi hingga seluruh desa yang ada di Kabupaten Jombang.
“Sudah kita instruksikan semua. Insya Alloh sudah jalan, Lebaran kemarin desa-desa banyak yang bikin portal,” tambah Bupati Jombang.
Saat disinggung lebih lanjut apakah Kampung Tangguh Covid-19 ini disiapkan untuk New Normal, Bupati mengiyakannya. Secara langsung kata Bupati, New Normal harus bisa memasyarakat dengan cara, seluruh masyarakat harus diberikan edukasi terkait Covid-19.
“Untuk kesehatan sendiri maupun kesehatan orang lain. Pakai masker kalau ke luar (rumah), cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak, olahraga, makan yang bergizi,” ungkap Bupati.
Jika masyarakat sudah terbiasa seperti itu, maka akan bertambah sehat, terhindar dari segala macam jenis virus, serta kondisi kampung juga menjadi aman.
Sementara itu, Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menerangkan, ide pembentukan Kampung Tangguh Covid-19 ini merupakan penjabaran dan pelaksanaan dari program dari Kapolda Jatim yang kemudian dijabarkan di tingkat kabupaten.
“Beberapa waktu lalu kita bersama Forkopimda sudah merumuskan bagaimana penerapan Kampung Tangguh di sesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat Jombang,” terang Kapolres Jombang.
Poin dari pembentukan Kampung Tangguh Covid-19 ini kata Kapolres yakni, adanya kegiatan atau strategi yang bersifat koordinatif yang di dalamnya ada sinergi atau kerjasama antara aparat keamanan, dalam hal ini yakni unsur 3 Pilar dengan masyarakat.
“Yang berlatar belakang kemandirian, kegotong-royongan masyarakat. Bagaimana kita membentuk masyarakat agar mandiri, mempunyai ketahanan pangan, sehingga kita bisa memutus penyebaran Covid-19 dari hilirnya,” terang dia lagi.
Kapolres Jombang berharap, dengan pembentukan Kampung Tangguh Covid-19 ini, bisa memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Jombang. Untuk sementara ini, Desa Kepatihan dan Desa Sengon dibentuk sebagai ‘Pilot Project’, karena berdasarkan data yang dimiliki oleh Polres Jombang, daerah ini merupakan Zona Merah.
“Mudah-mudahan dengan pembentukan di dua desa ini bisa menjadi acuan bagi desa lain, untuk bisa segera membentuk Kampung Tangguh,” tandas Kapolres Jombang.
Dengan begitu sambung Kapolres, seluruh masyarakat Kabupaten Jombang diharapkan bisa membentengi diri dari penyebaran Covid-19 dan masyarakatnya mempunyai kemandirian, kegotong-royongan serta ketahanan pangan.
“Menuju New Normal, karena ‘ending’ nya pasti kepada New Normal,” pungkas Kapolres.(rif)

Tags: