Diskop Ubah Koperasi Konvensional Jadi Syariat

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Situbondo, Syaifullah, saat menandatangani MoU program 200 koperasi berbasis sariah, di pendopo Kabupaten kemarin. [sawawi/bhirawa]

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Situbondo, Syaifullah, saat menandatangani MoU program 200 koperasi berbasis sariah, di pendopo Kabupaten kemarin. [sawawi/bhirawa]

(Gandeng Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri Latih 200 KSP/KSU)
Situbondo, Bhirawa
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Situbondo, menggelar sosialisasi program koperasi berbasis syariat dengan melibatkan 200 KSP (koperasi simpan pinjam) dan KSU (koperasi simpan usaha) se-Kabupaten Situbondo, kemarin (22/4).
Kegiatan yang dilaksanakan di pendopo Kabupaten Situbondo itu dibuka langsung Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH, dengan didampingi Sekda Kabupaten Situbondo Drs Syaifullah MM dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Situbondo, Syaifullah.
Kepala Balai Penelitian dan Latihan Koperasi dan UMKM Prov Jatim, di wilayah Malang, Agus Puji Waluyo, mengatakan, perkembangan koperasi saat ini tumbuh sebanyak 30.741 koperasi yang tersebar 38 Kota/Kab se-Jatim. Jumlah sebesar itu, kata Agus, melebihi jumlah koperasi yang ada di Provinsi lain.
“Jumlah koperasi di Jatim ini tumbuh sebesar 6,8 persen per tahunnya. Sehingga angka ini dapat memberikan kontribusi PDP di Jatim. Apalagi, menurut data BPS, angka pertumbuhan ini melampaui angka pertumbuhan di Provinsi lain di Jawa, termasuk diantaranya Provinsi DKI Jakarta,” terang Agus.
Sementara itu Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto SH, menuturkan bahwa program ini merupakan kegiatan yang sangat baik dikembangkan dimasa mendatang karena pro pada bidang ekonomi kerakyatan . Apalagi, kata orang nomor satu di jajaran Pemkab Situbondo itu, Kota Santri memperoleh penghargaan sebagai penggerak koperasi pada dua tahun lalu.
“Ini sangat sesuai dengan ekonomi kerakyatan yang telah dirintis oleh bapak bangsa dahulu dan koperasi ini juga dipilih karena sangat cocok dengan sosial budaya masyarakat kita. Nantinya, koperasi konvensional, akan menggarap potensi yang besar dengan sistem sariah. Ini potensinya strategis karena masyarakat dunia banyak yang berasal dari kalangan muslim,” tegas Bupati Dadang.
Kabupaten Situbondo yang mendapat slogan sebagai Kota Santri, lanjut Bupati Dadang, karateristiknya hampir sama dengan Pasuruan dimana memiliki jumlah masyarakat islam yang dominan dan banyaknya ponpes besar yang berdiri di sana.
Sehingga, ujar Bupati Dadang, Koperasi Sidogiri mampu memiliki aset hingga Rp 6 triliun lebih,. “Ini potensi masyarakat yang sangat besar untuk digarap. Ini terbukti dengan besarnya koperasi Situbondo yang berjumlah 607. Saya meyakini ini sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi yang sangat luar bisasa,” tegasnya.
Di sisi lain, Kadiskop dan UKM Kab Situbondo, Syaifullah, mengatakan, tujuan program ini untuk mengukuhkan keberadaan koperasi sebagai lembaga simpan pinjam alternatif ditengah menjamurnya lembaga perbankan. Sebab, kata mantan Kabag Kesra itu, koperasi ini memiliki sisi kejujuran dibanding lembaga yang lain.
“Sebanyak 200 koperasi dari jumlah 607 koperasi konvensional di Situbondo,  telah menyatakan siap untuk mengikuti diklat ini. Yang pasti tiap koperasi tidak dibatasi oleh jumlah aset dana karena rata rata kondisinya sudah mapan. Salah satu diaantaranya seperti Koperasi Raung,” pungkas Syaifullah. [awi]

Tags: