Diskoperindag Bondowoso Fasilitasi IKM Dapatkan Sertifikat Halal


Foto bersama Diskoperindag dan pelaku usaha IKM pangan usai Pelatihan diseminasi halal untuk produk IKM pangan. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Perhatian Pemerintah Kabupaten Bondowoso kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) memang tidak perlu diragukan. Tidak hanya memberikan pelatihan kepada masing-masing pelaku usaha. Akan tetapi Pemkab Bondowoso juga memfasilitasi pelaku IKM mendapatkan sertifikasi halal.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso, Drs. Sigit Purnomo MM, mengatakan, bahwa pada Tahun 2020 ini, pihaknya akan memfasilitasi IKM binaan dinasnya.
“Pihak kami memberikan kemudahan dan memfasilitasi IKM binaan kami untuk memiliki sertifikasi halal,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/3).
Dijelaskannya, bahwa produk unggulan kabupaten ini adalah kopi dan tape. “Jadi kami prioritaskan pelaku usaha kopi dan tape agar bersertifikat halal. Namun tidak menutup IKM pangan lainnya untu bersetifikat,” terangnya.
Akan hal itu, Diskoperindag Bondowoso selalu menggelar pelatihan bagi pelaku usaha IKM.
“Jika memang syaratnya lengkap agar cepat mengajukan. Mereka bisa mengajukan ke kami (Diskoperindag-Red), selanjutnya kami teruskan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim untuk kemudian dilakukan proses,”imbuhnya.
Secara teknis kata dia, setelah pengajuan pihak MUI datang ke lokasi IKM untuk melakukan uji, mulai dari bahan, cara pembuatan, hingga packaging.
“Jika semuanya oke, tidak ada yang diragukan, maka sertifikasi halal langsung diterbitkan oleh MUI Jatim,” tambahnya.
Sementara itu, di ruang yang terpisah, Nur Cahyaningrum, STP Kasi Agro dan Hasil Hutan menjelaskan, bahwa Diskoperindag gencar melakukan kegiatan pelatihan bagi IKM binaannya.
“Pelatihan sekaligus kegiatan fasilitasi bagi industri kecil dan menengah , telah sering kami lakukan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas SDM Pelaku IKM pangan se kabupaten Bondowoso, meningkatkan jiwa entrepreneurship, Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk terutama pada merek dan kemasan produk, kemudain untuk meningkatkan daya saing usaha dan meningkatkan jaringan pemasaran produk,”jelasnya.
Lanjut Nining memaparkan, bahwa beberapa hari yang lalu, sejak tanggal 11 hingga 13 Maret, ada sekitar 50 peserta IKM Pangan se kabupaten Bondowoso yang mengikuti pelatihan di Aula Diskoperindag.
“Beberapa hari yang lalu, Rabu sampai jumat , kami libatkan 50 IKM pangan untuk mengikuti pelatihan di sini. Selain itu, kegiatan itu untuk menindak lanjuti adanya Regulasi baru UU Nomer 33 tahun 2014 tentang jaminan Produk Halal keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomer 982 tentang layanan Serifikasi Halal,”imbuhnya.
Adapun bentuk kegiatan penyampaian materi dan praktek membuat kemasan sederhana. Selain itu juga disampaikan banyak materi, yakni tata cara pengajuan halal , Regulasi tentang halal, Cara pengisian form pengajuan halal, Perizinan yang harus dimiliki oleh pengusaha kecil dan menengah. Bahkan dinas terkaitpun, dilibatkan sebagai pemateri di pelatihan tersebut. [san]

Tags: