Disnakertransduk Bekali Pelatihan Alih Kerja

Kepala Disnakertransduk Jatim, Dr H Sukardo (tengah) didampingi Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Drs Suhartoyo saat membuka pelatihan alih kerja di Sidoarjo.

Kepala Disnakertransduk Jatim, Dr H Sukardo (tengah) didampingi Kabid Pelatihan dan Produktivitas, Drs Suhartoyo saat membuka pelatihan alih kerja di Sidoarjo.

Kurangi TPT Tenaga Kerja Korban PHK
Pemprov, Bhirawa
Keberhasilan pembangunan pemerintah dapat dilihat dari beberapa aspek diantaranya tingkat kesejahteraan masyarakat atau angka kemiskinan, pertumbuhan perekonomian, dan jumlah pengangguran.
Dalam mengatasi tingkat pengangguran terbuka di Jatim, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim terus berupaya melangsungkan pelatihan alih kerja terhadap korban ter PHK (pemutusan hubungan kerja) di beberapa Kab/kota di Jatim.
Kepala Disnakertransduk Jatim, Dr H Sukardo mengatakan, program pelatihan alih kerja merupakan program Pemprov Jatim dalam rangka mengatasi tenaga kerja korban PHK di Jatim. Salah satunya, adanya program ini memberikan ketrampilan/bekal pada tenaga kerja untuk alih kerja atau alih profesi baik pada pekerjaan formal maupun menjadi wirausaha mandiri.
Dijelaskan, kondisi iklim ketenagakerjaan yang kurang kondusif terkait masalah pengupahan itu, masih berdampak pada terjadinya pengurangan tenaga kerja atau tenaga kerja korban ter PHK.  Pasalnya, pekerja/buruh mengharapkan setiap tahun upah harus naik, namun tidak diimbangi dengan peningkatan produktivitas dan berakhir pada unjukrasa untuk melangsungkan tuntutan.
Pada Januari-Desember 2015 telah terjadi PHK sebanyak 7.260 orang pada 326 perusahaan, dan tahun 2016 juga kembali terjadi PHK pada 3.785 orang di 245 perusahaan dari sekitar 37 ribu perusahaan di Jatim.
“Untuk itu, tahun ini masih dalam pelaksanaan pemetaan tenaga kerja korban PHK pada kab/kota dalam rangka kebijakan lebih lanjut, seperti proram sosialisasi penempatan tenaga kerja formal, program pelatihan kerja, dan program lainnya,” katanya.
Dikatakannya, kegiatan ini diikuti 50 orang korban PHK berasal dari Kabupaten Sidoarjo dengan jurusan pilihan kejuruan pengolahan hasil pertanian dan kejuruan otomotif.  Narasumber yang turut mengisi kegiatan tersebut yaitu dari Dinsosnakertransduk Sidoarjo, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Konsultan Manajemen Usaha dan Pengembangan Bisnis DPD Apindo Jatim.
Sedangkan Kabid Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertransduk Jatim, Drs Suhartoyo menambahkan, instruktur dalam kegiatan dari Kejuruan Pengolahan Hasil Pertanian dari UPT Pelatihan Kerja PPTKLN Wonojati dan Kejuruan Otomotif (Teknik Sepeda Motor) dari UPT PK Surabaya.
Materi yang diberikan pada pelatihan ini seperti kebijakan ketenagakerjaan, pembinaan dan pengembangan UMKM, kunci sukses wirausaha.Materi lainnya untuk kejuruan pengolahan hasil pertanian yaitu pembuatan krupuk amplang ikan, pembuatan aneka cake dan bakery, pembuatan kripik pisang manism pembuatan aneka sari buah, juga pembuatan bakso ikan dan nugget ikan.
Untuk kejuruan otomotif (teknik sepeda motor) diisi dengan prosedur K3 (keselamatan DAMN kesehatan kerja), pemeliharaan engine dan komponennya, pemelihataan sistwm bahan bakar bensin, pemeliharaan unit kopling manual dna otomatis, pemelihataan sistem rem, hingga perbaikan sistem pengapian. [rac]

Tags: