Disnakertransduk Jatim Berangkatkan 50 KK Transmigran

foto transmigranPemprov Jatim, Bhirawa
Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) transmigran diberangkatkan menuju Kabupaten Bulungan  provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), setelah mendapatkan pembinaan dan pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim.
Kepala Disnakertransduk Jatim, Edi Purwinarto mengatakan, pengiriman transmigran tersebut merupakan hasil kerjasama yang dilakukan antara Pemprov Jatim dengan Pemprov Kaltim. “Total dalam tiga tahun anggaran, pengiriman transmigran sebanyak 600 kk. Saat ini, kita sudah mengirimkan 400 kk, sedangkan tahun ini totalnya 200 kk,” katanya, di Surabaya, Kamis (13/11).
Ia mengharapkan para transmigran bisa memanfaatkan semua yang diberikan untuk bisa mengembangkan kehidupan ekonominya dengan baik.
“Apalagi, jika ke depannya mereka bisa membuka lapangan pekerjaan, maka akan lebih baik lagi. Sebab ada perjanjian dengan daerah tujuan, kalau pengiriman diperuntukkan bagi yang sudah mempersiapkan diri, baik siap terampil dan siap niatnya,” katanya.
Di sisi lain, ia menjelaskan, sementara ini dari tahun ke tahun, jumlah kuota pengiriman transmigrasi dari Jatim ke provinsi lain semakin berkurang. Meski dalam kuota nasional, Jatim masih mendapatkan jatah atau kuota yang lebih banyak jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.
“Sebenarnya satu sisi lahan terbatas, tidak ada yang dikelola seusai keahlian. Sedangkan ternyata tingkat peminatan terhadap transmigrasi saja di Jatim terbilang cukup tinggi sampai 60 ribu, namun yang terseleksi sekitar 1400,” katanya.
Edi mengatakan,. transmigrasi merupakan program mengurangi kemiskinan dan kepadatan penduduk serta memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja, juga memenuhi kebutuhan tenaga kerja untuk mengolah sumber daya di pulau-pulau lain seperti Papua, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Menurut Edi, dalam pengiriman transmigrasi memang harus ada kesiapan dari para transmigran yang sebelumnya sudah menerima pelatihan dan pembinaan.dari Disnakertransduk Jatim.
“Jadi harus benar-benar siap mental dan keterampilan. Sebab, mereka sebagai transmigran sebagai beban pemerintah setempat dalam mengembangkan potensi wilayah tersebut,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Edi mengingatkan agar para transmigran mempersiapkan persyaratan urusan administrasi perpindahan kependudukan. Mengingat, mereka akan beralih menjadi warga Bulungan.
“Sebab fasilitas sarana-prasarana diberikan kalau menjadi warga Bulungan,” katanya.
Sementara, salah satu transmigran asal Pacitan, Supadi mengaku dirinya bersama keluarga mengikuti program Transmigrasi dikarenakan ingin merubah kehidupannya terutama perekonomiannya untuk bisa menjadi lebih lagi. “Pemberangkatan transmigrasi sangat bagus, semuanya baik dan diberikan bekal pengetahuan hingga ketrampilan,” katanya. [rac]

Tags: