Dispendik Evaluasi Pelaksanaan UN SMP/MTs

Dispendik gelar evaluasi pelaksanaan UN SMP/MTs. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP/MTs tahun pelajaran 2018/2019 di Aula SMPN 1 Maron. Evaluasi diikuti 215 orang Kepala SMP Negeri/Swasta se-Kabupaten Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang kebijakan tentang RPJMD 2018-2023, evaluasi dan teknis pendataan calon peserta sampai pelaksanaan Ujian Nasional.
Evaluasi membahas masalah kegiatan pendidikan tahun lalu, sehingga tahun depan bisa meminimalisir kesalahan tahun ini. Untuk peningkatan mutu banyak digelar try out dan peningkatan kompetensi guru. Karena selama ini Kabupaten Probolinggo masih menempati urutan ke-33 di wilayah Jawa Timur untuk rata-rata nilai ujian.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina melalui Kasi Kurikulum dan Penilaian SMP, Senin (18/11) Sudarsono mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir kendala Ujian Nasional tahun lalu, menyamakan persepsi untuk meningkatkan kualitas nilai ujina tahun depan serta peningkatan mutu guru. ”Kesulitannya sudah diperbaiki tetapi ada daerah lain yang jauh lebih baik. Sehingga kami tetap berada pada rangking ini,” katanya.
Tindak lanjut, dari kegiatan ini jelas Sudarsono, akan melakukan pembinaan baik di dalam sub rayon satuan pendidikan agar kegiatan di lembaga itu bisa ditingkatkan. Karena adanya rayon Kabupaten Probolinggo tentunya ada sub rayon. Harapan ke depan nilai ujian para siswa lebih baik, baik rata-rata di tingkat Kabupaten Probolinggo ataupun tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sudarsono menambahkan, untuk menambah mutu lulusan siswa di sekolah ada yang mengadakan Bimbel (bimbingan belajar), try out 1, 2 dan 3, serta lembaga sekolah. Disamping MKKS untuk melaksanakan secara mandiri.
“Harapannya para sisaw disupport dan mengurangi hal – hal negatif. Setidaknya ketika belajar kelompok harus dipantau dengan baik. Terlebih ada komunitas mata pelajaran dengan guru mata pelajarannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, dikatakannya, untuk jenjang SMP negeri/swasta yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo, mekanisme penyampaian kelulusan diserahkan kepada lembaga masing – masing. Tahun 2018, total nilai UN mencapai 194,81 dan berada pada posisi 33 dari 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Sebagian besar mekanisme penyampaian kelulusan jenjang SMP dilakukan dengan cara mengundang orang tua siswa. Siswa yang dinyatakan lulus langsung menyambutnya dengan beragam ekspresi. Ada yang langsung melakukan sujud syukur, ada yang langsung memeluk orang tuanya dan lain sebagainya.
Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Dewi Korina, mengaku sangat bersyukur karena pengumuman kelulusan jenjang SMP negeri/swasta di Kabupaten Probolinggo dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. ”Kami berharap semua siswa yang lulus dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi sesuai zonasi masing – masing,” katanya.
Alternatif lain bagi yang menghadapi kendala untuk melanjutkan ke jenjang formal (SMA/SMK/MA) terang Dewi, maka dihimbau untuk melanjutkan ke pendidikan kesetaraan Paket C. ”Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran untuk Bantuan Operasional Pendidikan Kesetaraan,” tegasnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo, Priyo Siswoyo mengungkapkan, hasil nilai UN ini merupakan syarat kelulusan siswa. Jika anak sudah mengikuti UN, maka secara otomatis mereka akan lulus yang nantinya akan digunakan untuk mendaftar sekolah ke jenjang berikutnya.
UN merupakan tuntutan bagi semua pemangku dan pemerhati pendidikan untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya agar nilai UN, yang menjadi tolak ukur mutu pendidikan dapat meningkat. Priyo menghimbau agar siswa yang dinyatakan lulus tak merayakan secara berlebihan seperti berfoya – foya, konvoi di jalan dan corat coret baju seragam. Lebih baik kelulusan ini disambut dengan sujud syukur kepada Alalh SWT dan tidak dengan ueforia secara berlebihan.
Dalam pengumuman hasil UN jenjang SMP negeri/swasta tahun pelajaran 2018/2019 Dispendik Kabupaten Probolinggo merilis 10 siswa yang mampu meraih nilai tertinggi di Kabupaten Probolinggo, untuk total nilai dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matamatika dan IPA.
Peringkat 1 diraih Nilam Kartika Dewi dari SMPN 1 Kraksaan dengan total nilai 391,00, peringkat 2 diraih Khoiriel Fikrie dari SMP Taruna dra Zulaeha Leces dengan total nilai 385,00, peringkat 3 diraih Sandi Permana Putra dari SMPN 1 Kraksaan dengan total nilai 385,00, peringkat 4 diraih Safira Aulia Rochim dari SMP Bhakti Pertiwi Paiton dengan total nilai 383,50 dan peringkat 5 diraih Chaterine Senjaya dari SMP Katolik ST Paulus Kraksaan dengan total nilai 382, 50.
Selanjutnya peringkat 6 diraih Robby Putra Fikri dari SMP Taruna dra Zulaeha Leces dengan total nilai 381,00, peringkat 7 diraih Muhammad Yahya O dari SMP Taruna dra Zulaeha Leces dengan total nilai 379,00, peringkat 8 diraih Moh. Amirul Hamzah dari SMPN 1 Banyuanyar dengan total nilai 379,00, peringkat 9 diraih Punjer Pramudityo dari SMP Bhakti Pertiwi Paiton dengan total nilai 376,50 dan peringkat 10 diraih Ainun Ursila dari SMP Unggulan Zainul Hasan Genggong dengan total nilai 375,50. [wap]

Tags: