Dispendikbud Usul Persiapan PTM ke Satgas Covid-19

Kadispendikbud Kabupaten Situbondo Achmad Djunaidi saat mengikuti Rakor tentang perkembangan Covid 19 di lantai II IR Pemkab Situbondo bersama Bupati Dadang Wigiarto. [sawawi]

Untuk Jenjang PAUD/TK/SD/SMP Negeri dan Swasta
Situbondo, Bhirawa
Hingga Rabu (14/10) kemarin Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo masih belum memastikan target penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimulai. Baik untuk sekolah tingkat PAUD/TK maupun untuk tingkat SD dan SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Situbondo.
Hal ini didasarkan pada status Kabupaten Situbondo yang masih berada dalam zona bervariasi antara orange dan kuning.
Menurut Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Achmad Djunaidi, lembaganya kini masih menerapkan sistem pembelajaran Daring (dalam jaringan) atau sistem online, karena sesuai dengan rekomendasi Satgas Covid 19 Kabupaten Situbondo.
Djunaidi menjelaskan, kepastian penerapan sistem pembelajaran Covid 19 dalam catatan Dispendikbud Kabupaten Situbondo masih menunggu turunnya persetujuan dari Satgas Covid 19 Kabupaten Situbondo. Apalagi, sejak lama zona Kabupaten Situbondo tidak berubah menjadi zona hijau.
“Ya dalam beberapa bulan terakhir ini zona Kabupaten Situbondo bergantian. Kalau tidak orange ya dalam status kuning,” ujar mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan (DPMP) Kabupaten Situbondo itu.
Djunaidi menegaskan, untuk menuju sistem PTM harus meminta persetujuan dari Satgas Covid 19. Sebab untuk bisa menerapkan PTM, ada sejumlah persyaratan wajib dipenuhi setiap sekolah. Mulai dari kesiapan sarana prasarana (Sarpras) seperti tempat mencuci tangan, hand zanitizer, meja dan kursi sesuai dengan jarak protokol kesehatan serta kewajiban memakai masker bagi siswa dan seluruh tenaga pendidik yang masuk dalam syarat.
Ditengah penerapan PTM saat ini, Djunaidi mengaku dihadapkan pada sejumlah kendala di lapangan. Misalnya, tidak adanya sinyal operator serta minimnya data yang dimiliki siswa serta jarak rumah siswa yang terlalu jauh dengan sekolah. Melihat kondisi itu Kabupaten Situbondo untuk sementara tetap menerapkan sistem pembelajaran daring secara terbatas. ”Belum tatap muka. Kita masih daring terbatas. Memang ada kendala, tetapi secara keseluruhan sistem pembelajaran Daring berjalan dengan lancar,” ulas Djunaidi.
Ada salah satu solusi untuk mengatasi kemunculan kendala ini. Diantaranya dengan cara menerapkan kompilasi antara Daring dengan Luring (luar jaringan). Hingga kini belum ada satu sekolah pun yang berani menerapakan PTM di Kabupaten Situbondo. ”Yang pasti hingga kini kami masih menerapkan sistem pembelajaran daring. Artinya kami masih akan mencoba masuk ke pembelajaran tatap muka terbatas dengan mengusulkan ke Satgas Covid 19,” tandas mantan Camat Kota Situbondo itu. [awi]

Tags: