Disporapar Sidoarjo Identifikasi Bakat Atlet

Para atlet yang mengikuti identifikasi bakat Disporapar di GOR Delta Sidoarjo. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Menindaklanjuti Program Kemenpora tentang Identifikasi Bakat Atlet. Disporapar (Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata) Kabupaten Sidoarjo sudah mengindentikasi sebanyak 250 atlet putra dan putri.
Menurut Kepala Bidang Olahraga Disporapar Kabupaten, Basori Alwi, seleksinya telah dilakukan para guru olah raga yang tergabung dalam MGMP (Masyawarah Guru Mata Pelajaran) Olahraga. Mereka juga sudah tersertifikasi, jadi dengan mudah melibatkan mereka untuk mewakili di 18 kecamatan yang ada di Sidoarjo ini. Identifikasi bakat masih terfokus pada Cabang Olah Raga Atletik dan masih proses pemetaan yang dilakukan pihak UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).
“Karena UNY inilah yang ditunjuk Kemenpora. Sementara Kabupaten Sidoarjo sebagai target sasarannya,” terang Basori Alwi, Senin (26/10) kemarin.
Basori menjelaskan, Disporapar memfasilitasi mulai dari penyiapan tempat, mencari bibit – bibit atlet berbakat. Karena targetnya ada batasan usia 13 hingga 14 tahun, sasarannya para pelajar tingkat SMP.
Identifikasi bakat ini untuk melihat bakat atlet itu secara tehnis, secara akademisi bakat – bakat seseorang atlet. Ada 20 guru olah raga yang dipersiapkan untuk menjadi instrukturnya. Mereka telah melakukan tes bakat siswa secara fisik, diantaranya pengukuran tinggi badan, panjang tumit, termasuk gerakan mendadak tanpa ancang – ancang.
“Semua kami lakukan dan berjalan dengan baik dan lancar, selanjutnya 250 atlet ini kami serahkan kepada pihak UNY yang akan melakukan pemetakaan bakat – bakatnya,” ujar Basori.
Artinya, lanjut Basori, sementara ini mereka masuk dalam Cabor Atletik, terapi dalam tes selanjutnya belum tentu mereka cocok di Atletik, mungkin cocok di Cabor yang lain. Dalam hal ini yang melakukan uji selanjutnya ada pihak UNY itu, dan Disporapar menunggu hasil dari UNY, bakat – bakat atlek ini di Cabor apa saja. [ach]

Tags: