Disporaparbud Probolinggo Berlakukan Buka Tutup Selama Musim Hujan di Madakaripura

Wisata air terjun madakaripura rawan banjir dan longsor.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

(Rawan banjir Dan Longsor)
Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Memasuki musim hujan, Dinas Pemuda Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo melakukan sistem buka tutup untuk wisata alam di daerahnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi, khususnya untuk wisata air terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang yang hampir disetiap tahunnya selalu mngalami longsor bahkan terjadi korban jiwa di bawa arus.
Kepala Bidang Pariwisata di Disporaparbud Pemkab Probolinggo Dian Cahyo, Kamis 9/1/2020 mengatakan, setiap memasuki musim hujan, pihaknya selalu memberlakukan sistem buka tutup untuk wisata alam. Terutama destinasi wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang, yang beberapa kali menelan korban jiwa. “Di Madakaripura kan beberapa kali pernah ada wisatawan meninggal. Agar tidak terulang kembali, maka kami melakukan sistem buka tutup,” tuturnya.
Sistem buka-tutup tersebut dilakukan karena saat hujan turun akan terjadi banjir di lokasi wisata air terjun itu. Air berasal dari kiriman daerah atas yaitu Desa Sapih. Saat banjir, pihaknya tidak ingin ada wisatawan yang terjebak di dalam kubangan air terjun.
“Kalau mendung, maka wisatawan atau pengunjung harus segera keluar dari Madakaripura. Soalnya kalau di bawah (Lumbang) mendung, biasanya di daerah atas sudah hujan. Untuk keamanan, maka semua wisatawan harus keluar,” tandasnya.
Sistem buka-tutup tidak hanya dilakukan di Madakaripura. Tetapi di lokasi wisata alam lain yang ada di Kabupaten Probolinggo. Seperti air terjun Guyangan dan air tenjun Kali Pedati. Tujuannya sama, yaitu meminimalisasi kejadian yang dapat membahayakan wisatawan.
“Surat imbauan sudah disampaikan. Intinya, ini dilakukan untuk sama-sama menjaga daerah wisata agar tetap ramai. Juga menjaga keselamatan para wisatawan, di harapkan wisatawan juga mematuhi aturan yang telah diberlakukan, ” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, destinasi air terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, memang mengundang sejuta pesona. Air terjun bertirai menjadi spot wisata menarik bagi ribuan pengunjung. Namun, di balik keindahannya itu, juga tak jarang terdapat ancaman, wisatawan tenggelam atau terkena longsoran saat asyik berwisata.
Pemerintah Kabupaten Probolinggo pun menyiapkan skenario untuk mengantisipasi jatuhnya korban di air terjun Madakaripura. Yakni memberlakukan sistem buka tutup untuk pengunjung sejak awal musim penghujan. Mengingat lokasi air terjun tersebut rawan banjir bandang di musim penghujan. Serta rawan longsor, baik tanah maupun bebatuan.
Kasi Destinasi Wisata Disporaparbud setempat, Musa menuturkan, sistem buka tutup itu, menurut berlaku situasional. Jika petugas melihat kondisi di atas Madakaripura mendung dan berpotensi hujan lebat, maka lokasi wisata akan ditutup. Sebab, kawasan tersebut rawan terjadi banjir bandang saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur. Apalagi sepanjang 3 kilometer perjalanan menuju air terjun diapit tebing tinggi nan curam.
“Jadi petugas akan menutup lokasi wisata jika cuaca mendung dan hujan, meski pada saat pagi dan siang hari. Sehingga wisatawan tidak bisa mendatangi lokasi air terjun tersebut ketika cuaca mendung dan hujan,” kata Musa.
Namun, jika kondisinya cerah, maka kunjungan dibuka untuk umum. “Sebab air terjun Madakaripura dikelilingi dengan tebing yang cukup curam dan tinggi. Selain banjir, kawasan wisata Madakaripura juga rawan bencana tanah longsor yang sangat berpotensi terjadi setiap saat di musim hujan,” terangnya. [wap]

Tags: