Distanhutnak Kota Batu Bebaskan Ternak dari Cacing

Ternak SapiKota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pertanian,Kehutanann dan Peternakan (Distanhutnak) mendatangi dan memeriksa ternak sapi yang tersebar di rumah penduduk. Kamis (27/11), ternak sapi milik warga Desa Oro-Oro Ombo mendapatkan jatah suntikan obat dan vitamin. Dipastikan hingga akhir tahun ini sekitar 7000 ternak di Kota Batu sudah terbebas dari penyakit.
Diketahui, penyakit yang sering menyerang ternak di Batu seperti diare, influenza, dan cacing. Untuk itu tim kesehatan ternak telah menyediakan obat untuk mengobati penyakit tersebut. Hingga kemarin (27/11), sudah ada sekitar 4500 ternak sapi yang telah mendapatkan obat dan vitamin. “Sapi yang kita beri suntikan adalah sapi yang sudah berumur 2 bulan dan semua sapi dewasa,” ujar ketua tim kesehatan hewan, drh. Lisa Dyah Handriyani.
Selain suntikan obat, katanya, pihaknya juga memberikan vitamin khusus untuk ternak sapi. Diharapkan setelah meminum vitamin ini, semua ternak yang ada di Batu akan lebih banyak makan dan lebih kebal terhadap penyakit. Untuk sapi yang kondisinya sehat, pemberian vitamin dilakukan dengan cara diminumkan. Namun untuk ternak yang kondisinya sudah sakit parah, pemberin obat maupun vitamin dilakukan dengan cara disuntik.
Salah satu peternak sapi Oro oro Ombo, Sugeng Pramono mengatakan bahwa jumlah ternak di desanya saat ini sudah semakin menyusut. Di tahun 2000, desa ini tercatat masih memiliki 1500 ternak sapi. Namun memasuki tahun 2014, jumlah tersebut telah berkurang hingga tinggal 800 saja.
Menyusutnya jumlah ternak ini berkaitan dengan banyaknya warga desa yang telah mengalihfungsikan kandang yang dimiliki. Karena banyak warga Desa Oro Oro Ombo yang membangun rumah sewa atau homestay yang dianggap lebih menguntungkan.
Dengan kenyataan di atas, maka Pemkot Batu mengambil kebijakan untuk segera membangun kandang komunal. Dalam program awal pembangunan kandang komunal ini, Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) telah menentukan tiga desa sebagai lokasi pembangunan. Yaitu, Desa Torongrejo, Desa Gunungsari, Toyomerto, dan Desa Tlekung.
“Desa ini dipilih karena banyak warganya yang berprofesi sebagai petani dan peternak. Dan untuk di Desa Toyomerto, pembangunan kandang komunal telah selesai dan siap digunakan,” ujar Kepala Distanhut Kota Batu, Arief Asshidiq.
Program ini, katanya, dibuat sebagai wadah untuk memberdayakan warga kurang mampu (miskin) di Batu. Dalam sebuah kandang komunal, di desain bisa menampung 25 hingga 50 ternak sapi. Untuk membuat kandang ini, pemkot telang menganggarkan dana sebesar Rp 1,5 miliar. Dengan keberadaan kandang komunal ini, diharapkan pemkot bisa lebih intensif dan efektif dalam melakukan pembinaan dan edukasi.
“Karena itu, di kandang tersebut juga akan disediakan sebuah hall yang bisa dimanfaatkan para peternak binaan dalam melakukan pelatihan. Dengan demikian kita (Distanhut) akan menjadi lebih mudah dalam melakukan pemantauan, pendampingan kepada peternak,” pungkas Arief. [nas]

Keterangan Foto : Tim kesehatan hewan dari Distanhutnak Batu memberikan suntikan obat dan vitamin kepada ternak sapi agar semua ternak di Batu terbebas dari cacing.

Tags: