Ditemukan Varian Baru Covid-19, Dewan Kabupaten Malang Minta PTM Ditunda

Ketua Komisi III DPRD Kab Malang Mochamad Saiful Efendi.

Kab Malang, Bhirawa
Ditemukan varian baru Corona Virus Disease (Covid-19) yang menyerang sejumlah daerah di Indonesia, hal ini kembali menunda rencana proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi siswa dan guru di sekolah, termasuk di Kabupaten Malang. Sedangkan PTM rencana akan diberlakukan Pemerintah Pusat pada 5 Juli 2021 mendatang.

Sehingga, kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang Mochamad Saiful Efendi, Selasa (22/6), kepada wartawan, dengan meningkatnya Covid-19 maka untuk sekolah yang rencananya melakukan proses PTM harus kembali menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat. Dengan melihat situasi seperti ini, dirinya berharap kebijakan PTM di Kabupaten Malang ditunda atau dirubah sampai waktu yang memungkinkan untuk dibuka kembali.

“Dan Saat ini Kabupaten Malang mulai memasuki zona merah. Untuk itu saya berharap pemerintah pusat segera mengeluarkan kebijakan baru, agar dapat melindungi anak-anak siswa sekolah dari penularan Covid-19,” ujarnya.

Menurut Saiful, Kabupaten Malang secara nasional masuk dalam peringkat 17 daerah yang memiliki lonjakan penularan Covid-19. Sehingga kini Kabupaten Malang masuk status zona merah. Dan agar siswa sekolah tidak tertular Covid-19, maka Pemerintah Pusat segera mengeluarkan peraturan baru untuk merubah rencana PTM yang akan digelar pada 5 Juli 2021 mendatang. Sebab, saat ini telah ditemukan varian baru Covid-19 yang lebih membahayakan.

“Penundaan PTM bagi siswa dan guru di sekolah, hal ini merupakan pencegahan penularan Covid-19. Apalagi varian baru tersebut lebih membahayakan jiwa manusia ketika tertular,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pemkab Malang Rahmat Hardijono mengatakan, Pemkab Malang berencana membuka proses PTM bagi siswa dan guru. Karena hingga saat ini masih belum merubah rencana PTM di sekolah, yang hal itu merupakan instruksi dari Pemerintah Pusat. Sebab, untuk membuka proses PTM di sekolah, pihaknya mengikuti instruksi dari Pemerintah Pusat, namun jika ada instruksi yang menyatakan PTM ditunda, maka pihaknya akan mengikuti instruksi.

“Karena belum ada jadwal perubahan pelaksanaan PTM, maka pelaksanaan akan kita buka pada 5 Juli 2021. Namun, hal ini bisa saja berubah jika wilayah Kabupaten Malang dinyatakan sebagai daerah zona merah penularan Covid-19 oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19,” terangnya.  

Sedangkan, kata Rahmat, persetujuan digelarnya PTM tersebut, telah mengacu pada keputusan Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan juga melalui persetujuan bersama dengan komite sekolah maupun orang tua siswa. Dan rencana dibuka proses PTM, tapi dilaksanakan secara terbatas, karena tidak semua sekolah bisa menerapkan PTM. Sehingga Pemkab Malang telah menyiapkan skema-skema yang akan dilakukan saat PTM tersebut, dan untuk memastikan sekolah-sekolah di Kabupaten Malang telah memiliki fasilitas protokol kesehatan (prokes).

Seperti, lanjut dia, sekolah harus menyampaikan data kelengkapan sarana prokes ke data pokok pendidikan kewajiban lainnya, yakni membentuk Satgas Covid-19 di sekolah. Sedangkan, untuk sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus berkoordinasi dengan Kepala Dusun (Kasun). “Untuk Sekolah Dasar (SD) pengawasannya di Satgas di tingkatkan desa, dan Satgas SMP ditingkat kecamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo menyampaikan, jika PTM diberlakukan di Kabupaten Malang, maka Dinkes hanya sebatas memfasilitasi tenaga pengajar atau guru yang telah tervaksinasi. Dan pihaknya juga sudah berkontribusi mempersiapkan PTM, serta Dinkes sudah memberikan suntikan vaksin Covid-19 pada guru-guru. Sedangkan Dinkes sendiri sebagai pembina dalam pelaksanaan prokes.

“Untuk itu, dirinya meminta kepada pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan Puskesmas agar dapat mencegah hal-hal yang tak diinginkan akibat Covid-19. Dan masing-masing sekolah harus berkoneksi dengan Puskesmas terdekat, bukan hanya untuk memonitor Covid-19 namun juga penyakit lainnya,” tututnya.(cyn).

Tags: