Diterjang Puting Beliung, Belasan Rumah di Kertosono Porak Poranda

Bencana angin puting beliung mengakibatkan belasan rumah rusak di Desa Drenges Kecamatan Kertosono. [ristika]

Nganjuk, Bhirawa
Angin puting beliung menyapu sejumlah desa di Kecamatan Kertosono dan Kecamatan Tanjunganom. Kondisi paling parah terjadi di Dusun Karanganyar Desa Drenges Kecamatan Kertosono karena sedikitnya 11 rumah warga rusak berat.
Berdasarkan data yang dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), terjadi bencana angin puting beliung di Dusun Patran Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom dan di Dusun Karanganyar Desa Drenges Kecamatan Kertosono. Namun kerusakan paling parah diderita warga yang berada di RT 02/RW 11 Dusun Karanganyar Desa Drenges.
Rumah yang tersapu angin di Dusun Karanganyar Desa Drenges itu, diantaranya rumah Susiyanto (43), Tondo (48), Koko Rubianto (36), Markuat (58), Salman (67), Sudyoko (42). “Totalnya ada 11 kepala keluarga yang terpaksa mengungsi di rumah tetangga atau kerabat karena rumah mereka rusak akibat diterjang puting beliung,” kata Bambang (42) perangkat Desa Drenges di lokasi kejadian.
Dituturkan Bambang, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 14.30 WIB disertai hujan yang cukup deras. Angin kencang yang melanda beberapa desa di Kecamatan Kertosono tersebut hanya berlangsung sekitar 10 menit. “Dalam waktu tiga menit, genting dua rumah berserakan terkena angin dan beberapa rumah mengalami rusak ringan,” kata Bambang.
Puting beliung membuat belasan rumah di Dusun Karanganyar Desa Drenges rusak. Atap rumah warga ambruk diterjang angin kencang. Untuk mengetahui rusak berat dan ringanya, sampai saat ini belum ditentukan oleh pihak terkait. Saat ini, petugas masih melakukan pendataan.
Sesaat setelah musibah puting beliung berlalu, sejumlah rumah warga yang rusak mulai diperbaiki. Meski tak ada korban jiwa, para korban berharap pemerintah Kabupaten Nganjuk segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. “Iya, sudah diperbaiki seadanya dulu. Ini hanya untuk sementara saja sambil menunggu ada uang untuk memperbaikinya,” kata Salman, salah satu korban puting beliung yang rumahnya rusak.
Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Soekonjono menyampaikan, rangkaian peristiwanya bermula pukul 14.00 WIB. Saat itu, mendung tebal terpantau di wilayah Nganjuk timur. Pada pukul 14.30 WIB, Pusdalops BPBD Nganjuk mulai menerima laporan hujan disertai angin di wilayah Kecamatan Kertosono.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk, agar tetap waspada dan berhati-hati ketika melakukan aktivitas di luar rumah. Karena sesuai prediksi BMKG, akhir tahun ini curah hujan yang tinggi dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya banjir bandang, longsor, angin kencang, dan angin puting beliung,” papar Soekonjono. [ris]

Tags: