Ditjen Pendidikan Vokasi Launching eDOTEL SMKN 1 Buduran

Ditjen Pendidikan Vokasi menggunting rangkaian bunga simbolis launching eDOTEL SMKN 1 Buduran. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Potensi pengelolaan hotel di Sidoarjo nampaknya masih menjanjikan, walaupun dalam kondisi pandemi Covid 19, tetapi justru dimanfaatkan SMKN 1 Buduran Sidoarjo untuk berbenah. Diantaranya, memperbaiki kualitas eDOTEL menjadi lebih berkualitas.
Sehingga usai pembenahan dilaunching Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto ST MSc PhD bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Dr Ir Wahid Wahyudi MT, didampingi Kepala SMKN 1 Buduran Sidoarjo Dra Agustina MPd, serta Ketua Umum Asosiasi SMK Pariwisata se Indonesia, Hadi Sutrisno SE MM.
Usai melaunching Wikan berharap kepada SMKN se Indonesia harus berani menjadi BLUD (Badan Layanan Usaha Daerah) seperti yang telah dilakukan SMKN 1 Buduran Sidoarjo ini. Dengan usaha utamanya pengelolaan Hotel ‘eDOTEL SMKN 1 Buduran.
“Jadi SMKN 1 Buduran ini akan menjadi rujukan SMK se Indonesia, karena pengelolaannya sangat baik. Salain hotel, di sekolah ini ada usaha salon kecantikan, ada spa, ada kuliner, ada wisata, ada cafe, catering dan lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi, juga mengucapkan terima kasih kepada Ditjen Pendidikan Vokasi karena telah banyak membantu dan mendorong Jawa Timur SMK-SMK nya banyak yang menjadi BLUD. Hingga kini di Jatim Timur, SMKN nya yang sudah BLUD sebanyak 20 sekolahan, jadi sudah terbanyak diantara provinsi – provinsi se Indonesia.
Wahid menjelaskan, keuntungan BLUD adalah fasilitas yang ada itu bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan finansial, dan dikelola secara mandiri oleh sekolah yang bersangkutan. ”Jika belum BLUD, penghasilan dari sekolah itu akan masuk kas daerah. Misalnya, seperti eDOTEL ini, semua hasilnya bisa dikelola sendiri,” jelasnya.
Peluang ini disambut baik oleh Kepala SMKN 1 Buduran ini, sekarang yang kondisinya masih satu lantai dirasa masih sangat kurang memenuhi kebutuhan masyarakat. Sehingga sekolah ini akan dikembang menjadi dua lantai dengan 40 kamar sarana multi infrastruktur.
“Adapun syarat bisa BLUD harus memilik produk yang rutin dan terukur, sehingga kalau merubah ke BLUD kedapannya harus mengarah menjadi SMK yang mandiri,” tegas Wahid Wahyudi, pada (27/2).
Sedangkan Kepala SMKN 1 Buduran, Agustina menambahkan, selain kondisi pandemi, persaingan hotel juga sudah mulai terasa. Sehingga harus bisa membuat sesuatu yang berbeda dengan hotel – hotel yang lain. Pengelolaan yang dulu dianggap sebagai tempat praktek para siswa, sehingga pelayannya kurang maksimal, maka sekarang saat ini diubah menjadi hotel yang mengedukasi masyarakat.
Bentuk edukasinya telah mempunyai tujuh kompetensi keahlian yang titik mulanya ada di eDOTEL ini. Yaitu Kompetensi Keahlian Usaha Perjalanan Wisata, Perhotelan, Tata Boga, Tata Kecantikan Kulit dan Rambut, Spa and beauty Therapy, Tata Busana dan Desain Fesyen. Kamarnya juga kita buat tematik, sesuai dengan kompetensi yang ada.
“Kami akan terus mengembangkan dengan menambah kamar, karena selama ini masih kurang saat ada tamu – tamu yang besar. Seperti rombongan tim sepak bola itu butuh kamar yang banyak,” terang Agustina. [ach]