DlHKP Kota Kediri dan PT Sagara Kerjasama Atasi Masalah Sampah

Kota Kediri, Bhirawa.
Sampah masih menjadi persoalan serius di Kota Kediri. Setiap harinya, 140 Ton sampah masuk dan menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok.

Gunungan sampah di TPA Klotok ini didominasi oleh sampah domestik atau rumah tangga. Pihak pemerintah pun terus berupaya mengatasi persoalan tersebut.

Terbaru, Pemerintah Kota Kediri membangun instalasi pengolah sampah domestik di TPS3R Banjarmlati yang diresmikan hari ini.

Pihaknya bekerjasama dengan perusahaan swasta penyedia mesin pengolah sampah yang nantinya akan dijalankan oleh masyarakat sekitar.

“Harapan kita dengan kerjasama dengan PT Sagara Hijau Indonesia ini, TPS3R Banjarmlati bisa berfungsi dan berkontribusi maksimal dalam pengolahan sampah domestik utamanya di Kelurahan Banjarmlati dan sekitarnya. Jadi sampah yang masuk sini benar-benar bisa dimanfaatkan, nggak sampai kita buang di TPA (Klotok),” kata Kepala DLHKP Kota Kediri, Anang Kurniawan, Jumat (25/11).

Instalasi pengolahan sampah di Banjarmlati ini, lanjut Anang Kurniawan akan menjadi pilot project untuk 6 TPS3R di Kota Kediri lainnya.

Dengan estimasi pengolahan sampah hingga 3 Ton per hari, pihaknya optimis akan mampu mengurangi sampah di Kota Kediri masuk ke TPA Klotok yang terus menyempit, hingga 21 Ton perhari.

“Kita di Kediri punya 7 TPS3R di samping puluhan TPS lainnya. Jika perjamnya setengah Ton, operasinya 3 jam jadi 3 Ton kalau ini jalan di 7 TPS3R sudah 21 Ton, ditambah TPS lainnya,” tambah Anang Kurniawan.

Sementara itu, kerjasama ini bersifat saling menguntungkan selama 5 tahun, bukan beli-putus. Selain menyediakan alat, pihak perusahaan akan melatih masyarakat dalam pengolahan sampah ini. Yang akan diolah menjadi makanan Maggot, pupuk kompos dan lainnya.

Sehingga selain mengurangi tumpukan sampah di Kota Kediri, ini bisa jadi memiliki nilai ekonomi masyarakat. (van.hel).

Tags: