Dokter dan Perawat di RSUD Sidoarjo Meninggal Dunia Positip Covid-19

Wabup Nur Ahmad Syaifudin, didampingi jajaran Direksi dan dokter, melihat alat PCR yang ada di Laboratorium RSUD Sidoarjo. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifudin, menyatakan berduka dan ikut bela sungkawa karena ada dua tenaga kesehatan dari RSUD Sidoarjo yang positip Covid-19, akhirnya meninggal dunia. Dua korban Covid-19 itu atas nama dr Gatot Purwanto, pada Jum at (19/6) dan Agustin, Sabtu (20/6) akhir pekan kemarin.

“Kami ikut berduka dan bela sungkawa, mereka adalah pejuang Covid-19, kepergian mereka semoga bisa memacu pelayanan kita agar semakin menjadi lebih baik dalam menanggulangi pandemi Covid-19,” komentarnya, Sabtu (20/6) akhir pekan kemarin, saat berada di RSUD Sidoarjo, sekalian melihat persiapan alat PCR yang baru saja dibeli oleh RSUD Sidoarjo.

Laporan yang ia terima dari pihak RSUD Sidoarjo, sampai saat ini telah ada sebanyak 70 orang tenaga kesehatan di Kab Sidoarjo yang terpapar positip Covid-19.

Sebanyak 19 orang diantaranya, saat ini dalam perawatan, 51 dalam proses isolasi dan 2 orang meninggal dunia. Kondisi kesehatan dari 19 orang tenaga kesehatan yang sedang dirawat tersebut tidak parah. Diluar 70 tenaga kesehatan itu, sebelumnya ada tenaga kesehatan yang sembuh dan bisa bekerja kembali.

Untuk persediaan SDM tenaga kesehatan di Kab Sidoarjo dalam menanggulangi Covid-19, menurut Wabup Nur Ahmad Syaifudin, pihaknya akan terus melakukan kajian bersama dengan RSUD dan Dinkes Sidoarjo.

Sementara tentang alat PCR yang baru saja dimiliki Kab Sidoarjo untuk tes swab Covid-19, dirinya berharap semoga bisa semakin cepat mengetahui positip atau negatif dari orang yang sudah menjalani rapid test.

Dua alat PCR yang dimiliki Kab Sidoarjo itu, satu berada di GOR Sidoarjo yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan satu lagi, baru saja dibeli sendiri oleh Pemkab Sidoarjo, yang ditaruh di Laboratorium RSUD Sidoarjo.

Alat PCR atau polymerase chain reaction adalah alat untuk pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Alat PCR saat ini, juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona.

Alat PCR yang berada di GOR, sudah dioperasikan pada Sabtu (20/6) akhir pekan kemarin. Sedangkan alat PCR yang ada di Lab RSUD Sidoarjo, mulai dioperasikan pada Senin (22/6 ) hari ini.

Wabup Nur Ahmad Syaifudin yang didampingi Dirut RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, menjelaskan setiap alat PCR itu bisa melayani tes swab sebanyak 200 perhari. Kalau memiliki dua alat PCR, maka di Sidoarjo sehari bisa melayani 400 tes swab.

“Lebih banyak lebih baik, lebih cepat tahu hasilnya lebih baik, supaya kita bisa cepat dalam penanganan pengobatan pada pasien, 1 sampai 2 hari setelah rapid tes yang reaktip bisa diketahui hasilnya, sehingga tidak sampai terlambat untuk pengobatan pasien,” katanya.

Dikatakan Wabup Nur Ahmad, disediakannya alat PCR dan tenaga untuk pengoperasiannya tersebut, merupakan bukti Sidoarjo serius dan maksimal dalam penanggulangan pandemi Covid-19.

Sempat ditambahkan oleh Dirut RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, terkait tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, pihaknya sudah berusaha agar mereka tidak sampai terpapar Covid-19 saat memberikan pelayanan. Diantaranya menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standart, memberi vitamin dan nutrisi, terapi dan obat-oabatan yang terbaik.

“Namun Tuhan berkehendak lain,” tuturnya. (kus)

Tags: