Dongkrak PAD PBB, Bapenda Kabupaten Mojokerto Sebar Ribuan SPPT

Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi.

Kabupaten Mojokerto Bhirawa
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto menerapkan elektronik Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) sehingga dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta program ini akan memudahkan Wajib Pajak dalam melakukan pembayaran.  
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto Bambang Eko Wahyudi, mengatakan, dengan diberlakukannya e-SPPT, maka wajib pajak akan mendapat pelayanan lebih baik. Semisal terkait dengan tunggakan, juga peringatan bagi wajib pajak yang telat memenuhi kewajibannya. “Ada masalah tunggakan. Yang jelas ini akan sangat membantu dan memudahkan pelayanan bagi Wajib Pajak,” ujar Bambang.
Meski e-SPPT dirancang bakal berjalan tahun 2021, namun saat ini ribuan yang sudah berjalan. Yakni, SPPT itu menyasar buku 4 dan 5. Yakni, kewajiban membayar pajak dengan nominal di atas Rp 2 juta.
“Buku 4 dan 5 menjadi prioritas karena jumlah Wajib Pajak di buku ini tak lebih dari dua ribu. Sementara, untuk buku 1,2 dan 3 bisa mencapai ratusan ribu wajib pajak. Untuk buku 1-3, masih proses. Ke depan, semuanya akan mendapatkan pelayanan ini,” imbuh mantan Kepala Dispendukcapil ini.
Dengan aplikasi e-SPPT, Bapenda akan memberikan warning dengan cara yang berbeda. Semisal, wajib pajak yang sedang merayakan ulang tahun. Nantinya, wajib pajak akan mendapatkan pesan singkat. 
“Nanti kita akan mengirim pesan singkat ucapan selamat ulang tahun dan di bawahnya akan ada tagihan atau peringatan untuk membayar pajak,” tegas dia. 
Bagi Bambang, inovasi itu memang semula dinilai remeh dan tak diperhitungkan. Namun, wajib pajak yang mendapat tagihan melalui ponselnya itu, akan merasakan hal berbeda. “Paling tidak, akan tersenyum. Kita ingin, bayar pajak tak perlu susah. Tapi, juga bisa dengan tertawa,” pungkas dia. 
Selama ini, Bapenda hanya mendasar pada data warisan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama. Data itu, hanya sebatas nama dan obyek pajak tertentu saja. Dengan updating data itulah, nama pemilik hingga obyek pajak tak akan salah sasaran.
“Kalau semua sudah tuntas, kami akan menerapkan SPPT elektronik. Ini merupakan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang yang dikirimkan secara elektronik melalui SMS atau e-mail kepada Wajib Pajak,” tandasnya. [Kar]

Tags: