Dorong Edukasi Kemerdekaan Finansial Penyandang Disabilitas

Seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi yang semakin santer terjadi di tengah-tengah masyarakat tentu dibutuhkan perlakuan khusus bagi setiap masyarakat. Termasuk perhatian yang meski diperuntukan bagi penyandang disabilitas. Terutama dalam layanan edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas. Konsumen dan masyarakat perlu lebih dilindungi mengingat semakin kompleksnya sektor jasa keuangan dengan berbagai produk dan layanan yang tersedia dan juga masih belum samanya level of playing field perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Edukasi keuangan bagi penyandang masyarakat luas dan disabilitas tentu perlu menjadi perhatian khusus pemerintah. Terlebih, dewasa ini semakin banyak tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan diluar batas kewajaran yang pada akhirnya merugikan masyarakat itu sendiri. Selain itu, tingkat literasi keuangan masyarakat yang masih relatif rendah menjadikan isu perlindungan konsumen semakin mengemuka. Untuk itu, menghadirkan informasi publik yang benar, akurat dan bertanggung jawab menjadi tidak terhindarkan. Selaras dengan adanya Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Merujuk dari regulasi tersebut maka menjadi logis jika edukasi keuangan bagi masayarakat luas termasuk penyandang Disabilitas sangat mutlak dibutuhkan guna meningkatkan kondisi penduduk dari less literate menjadi well literate. Suatu kondisi yang mencerminkan perlu ada peningkatan akses dan layanan keuangan yang lebih luas bagi kehidupan masyarakat dan penyandang Disabilitas, seperti tabungan, pembayaran, kredit usaha, dana pensiun, asuransi kesehatan dan asuransi pendidikan.

Tantangan untuk masyarakat yang difabel itu tidak mudah maka dibutuhkan langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mencoba membantu para disabilitas melalui strategi keuangan inklusi kepada penyandang disabilitas. Demi penyetaraan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta pemberdayaan penyandang disabilitas mesti perlu terus mendapat perhatian dan pengawalan. Dengan adanya kesetaraan literasi keuangan yang memadai diharapkan mampu membawa masyarakat menuju hidup yang berkecukupan dan lebih sejahtera secara finansial. Sekaligus, mampu melakukan upaya peningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses keuangan masyarakat, termasuk para penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan dan kemampuan untuk lebih mandiri secara finansial atau merdeka finansial.

Novi Puji Lestari
Dosen FEB Univ. Muhammadiyah Malang.

Tags: