Dorong Jatim Jadi Jujugan Wisatawan Dunia

9-MTF-2014Pemprov Jatim, Bhirawa
Kegiatan Majapahit Travel Fair (MTF) yang diselenggarakan di Grand City Convex Hall, Surabaya selama empat hari dari Kamis-Minggu (8-11/5), ternyata banyak diminati banyak buyer dari berbagai negara.
Melihat antusias peserta itu, Gubernur Jatim Dr H Soekarwo SH MHum terus mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim untuk bisa menjadikan Jatim menjadi jujukan wisatawan dunia.
Seperti diketahui pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) ke daya tarik wisata Jatim pada tahun 2013 sebanyak 39.66 juta orang, mengalami peningkatan  19,38 persen dibanding tahun 2012 sebesar 33.22 juta orang.
Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara melalui bandara juanda, darat dan laut pada tahun 2013 sebanyak 300.909 orang, meningkat  11,47 persen dibandingkan tahun 2012 sebanyak  269.943 orang.
Saat ini, pertumbuhan kinerja Disbudpar Jatim pada tahun 2013 menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Pada tahun 2012, PDRB  sektor pariwisata sebesar Rp 75,60 trilyun.  Sedangkan pada tahun 2013 sebesar Rp 88,16 trilyun.
Jatim juga mengalami pertumbuhan 16,60 persen dan kontribusi PDRB sektor pariwisata tahun 2013 terhadap PDRB ADHB Jawa Timur Rp 1.136 trilyun atau sebesar 7,75 persen. “Jadi pendapatan masuk langsung ke kantong masyarakat. Ini luar biasa,” kata Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo, di Grand City Convex Hall, Kamis (8/5).
Untuk bisa meningkatkan daya tarik wisatawan baik nusantara dan mancanegara,  kata Pakde, Jatim masih konsisten  menyelenggarakan event pariwisata berskala internasional, Majapahit Travel Fair yang pada tahun ini merupakan penyelenggaraan ke – 15, dan dihadiri oleh para pelaku pariwisata dari dalam dan luar negeri.
Berbagai program kegiatan yang diagendakan dalam MTF, diharapkan bisa membawa dampak positif terhadap pengembangan kepariwisataan Indonesia pada umumnya dan Jatim khususnya, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat .
Berdasarkan data, potensi dan berbagai upaya memperlihatkan peluang bisnis dan investasi  pariwisata di Jatim masih sangat terbuka dan sangat menjanjikan. “Saya mendukung sepenuhnya pelaksanaan event tahunan MTF sebagai media untuk mempromosikan  potensi budaya dan pariwisata yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jatim serta menjual paket wisata, agar dikenal dunia dan dikunjungi melalui beberapa program yang  dikemas dalam MTF,” katanya.
MTF pada tahun ini mengambil tema “Sport and Recreation”, sebagai upaya Pemprov Jatim mengembangkan ragam event dan atraksi wisata. Disamping itu, upaya itu merupakan langkah bagi Pemprov Jatim menumbuhkan kesadaran wisata berbasis dan berorientasi pada olah raga.
Sementara Dirjen Pemasaran Kemenparekraf, Esthi Reko Astuty mengatakan, tahun ini pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sebanyak 9 juta orang, target ini tidaklah berlebihan setelah tahun 2013 bisa mencapai kunjungan 8,8 juta orang, melebihi target yang ditetapkan sebanyak 8,7 orang.
Apalagi jika melihat berbagai upaya pemerintah daerah di Indonesia, lanjutnya, khususnya Pemprov Jatim dalam mengembangkan, mempromosikan dan menjual potensi kepariwisataannya.
“Melihat konsistensi Pemprov Jatim dalam menyelenggarakan MTF dan animo pemerintah daerah, industri pariwisata serta industri penunjang pariwisata untuk berpartisipasi, maka saya optimis target kunjungan tersebut akan dapat tercapai,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, MTF yang telah diselenggarakan 14 kali, dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dalam jumlah transaksi yang dihasilkan, dan Jatim merupakan provinsi yang kunjungan wisatawan mancanegara maupun nusantaranya menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Menurutnya, Jatim memiliki kekayaan daya tarik wisata yang telah mendunia seperti kerapan sapi, upacara kasada dan reyog ponorogo, kawah ijen, pantai plengkung serta gunung bromo sebagai  ikon pariwisata jawa timur.
Sementara Kadisbudpar Jatim, Dr H Jarianto MSi mengatakan,  dari travex hingga penyelenggaraan bursa pariwisata seperti ini memerlukan kerjasama yang solid dan bantuan dari berbagai pihak yang terlibat.
Diantaranya maskapai penerbangan Garuda Indonesia, DPD Asita Jatim dan tim konsorsium untuk mengundang buyer dari dalam negeri dan luar negeri, seller, casa grande, dan DPD PHRI Jatim  “Berbagai pihak baik dari sektor pemerrintah maupun swasta yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan pertemuan bisnis pariwisata ini,” katanya.
Jarianto berharap MTF 2014 dapat membuka peluang bisnis yang sangat menguntungkan dan memberikan manfaat bagi buyer dan seller. “Semoga kesuksesan yang diperoleh pada saat ini dapat dijadikan acuan untuk membuat paket wisata ke Jatim di masa akan datang,” tandasnya. [rac]

Tags: