Dorong Minat Baca Anak Sejak Usia Dini

Pada era teknologi, menjaga semangat membaca buku dan menumbuhkan budaya literasi pada anak menjadi tantangan tersendiri. Mesti tersadari secara kolektif bahwa membaca buku merupakan salah satu aktivitas yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Dengan membaca buku, seseorang akan memperoleh pengetahuan yang luas dan mampu meningkatkan pola pikir dan kinerja otak. Realitas tersebut, sangat penting karena sumber daya manusia (SDM) berkualitas sangat dibutuhkan untuk menghadapi segala tantangan di era globalisasi dan kemajuan teknologi.

Namun, sayangnya daya minat baca buku khususnya pada anak-anak menjadi keprihatinan dan perhatian berbagai pihak. Secara umum, minat baca masyarakat Indonesia terbilang rendah. Data Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dan Kemenkominfo mendapati, indeks minat baca masyarakat Indonesia hanya di angka 0,001 persen. Dengan kata lain, dari 1.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang gemar membaca buku.

Kenyataan tersebut meski terperhatikan, terlebih lagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Oleh sebab itu, guna menyambut Indonesia Emas 2045, anak-anak harus dipersiapkan dan hal tersebut bisa dimulai dari meningkatkan minat baca. Kemampuan literasi dan minat baca menjadi modal yang baik untuk mengoptimalkan bonus demografi tersebut. Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan, Indonesia meraih skor 359 untuk kemampuan literasi membaca. Dan Indonesia berada di peringkat 71 dari 81 negara dalam hal tersebut.

Selain itu, survei terbaru Bank Dunia pada 2022 menunjukkan hasil yang sama, bahwa 51% anak-anak Indonesia dikatakan kompetensinya masih sangat rendah membaca. Oleh sebab itu, saatnya kini pemerintah dengan sejumlah mitra kerja termasuk melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) idealnya bisa merespons kondisi darurat literasi dengan membuat program nasional, serta mengalokasikan anggaran yang memadai untuk Kementerian/Lembaga yang notabenenya memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang pendidikan dan literasi. Upaya tersebut, juga perlu keterlibatan aktif dari peran keluarga dalam mengawal putra putrinya agar melakukan pembiasaan membaca sejak dini. Dengan kemampuan literasi yang baik, Indonesia akan mampu menciptakan SDM unggul.

Masyhud
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Tags: