Dorong Partisipasi Masyarakat Hadapi Modus Penipuan Online

Seiring terus meningkatnya pemanfaatan aplkasi Electronic commerce atau e-commercee maka upaya berkelanjutan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan kejahatan online perlu terus dilakukan pemerintah. Realitas tersebut, penting terperhatikan pasalnya data personal publik perlu mendapatkan perlindungan. Pasalnya, perlindungan data sendiri sebagai wujud implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) berkelajutan pada aspek governance atau tata kelola yang berhubungan dengan perlindungan data disetiap aspek operasional perusahaan.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu diajak secara aktif melaporkan indikasi penipuan online. Salah satunya masyarakat bisa diajak untuk membuat laporan atas berbagai modus penipuan online yang dialami, baik penipuan melalui telepon, Short Message Service (SMS), ataupun aplikasi chatting. Minimal inisiasi tersebut sebagai niat baik pemerintah dalam berkomitmen mengedukasi dan memberdayakan masyarakat agar masyarakat selalu teringatkan dan mampu memanfaatan teknologi serta melindungi diri dari ancaman penipuan online.

Terlebih, merujuk data data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia (Kominfo RI) mencatat selama periode Agustus 2018 hingga Februari 2023 terdapat 1.730 konten penipuan online dalam kurun waktu lima tahun. Itu artinya, angka kasus penipuan online di negeri bisa dikatakan terbilang cukup tinggi. Oleh karena itu, setiap individu harus aktif melindungi informasi pribadinya, karena perlindungan data pribadi merupakan tanggung jawab bersama. Solusi konkret misalnya bagi publik yang ingin mendapatkan informasi ataupun melaporkan potensi penipuan online yang mengatasnamakan Telkomsel, pelanggan dapat menghubungi layanan Call Center 24 jam di nomor kontak 188, mengirimkan SMS pengaduan ke 1166.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses kanal layanan Pemerintah melalui situs resmi www.aduannomor.id dari Kementerian Kominfo RI untuk aduan penyalahgunaan nomor seluler untuk penipuan. Selebihnya, Kominfo RI perlu terus mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa waspada dalam menjaga keamanan data diri dan dapat melaporkan segala bentuk penipuan online yang mereka terima, dengan tidak mudah memberikan kode OTP, PIN, Password, ataupun informasi lainnya kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan digital bersama-sama.

Masyhud
Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Tags: