Dorong Pembangunan Infrastruktur di Kaltim PT SI Gelar Seminar Beton

d737c1ff92dbd713e6bd5cea5fb0f5cc_aGresik, Bhirawa
Pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu kebutuhan mendesak, untuk meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi dan kualitas hidup masyarakat. Keberadaan infrastruktur, seperti jalan raya dan jembatan akan mampu membuka akses bagi masyarakat untuk melaksanakan aktivitas ekonomi.
Maka hari ini PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan Seminar Beton Seminar dihadiri 130 undangan terdiri dari Kontraktor, PPK, Konsultan, Akademisi serta dari Dinas Pekerjaan Umum di Hotel Le Grandeur Balikpapan dengan Pembicara Lanny Hidayat, Pakar Jalan dan Jembatan.
Menurut Kepala Departemen Penjualan PT Semen Indonesia, Bambang Djoko, Tingginya permintaan semen diwilayah Kalimantan Timur yang mencapai 1,78 juta ton pada tahun 2013 merupakan indikator kalau pembangunan berjalan dengan baik, pembangunan infrastruktur juga sangat penting untuk mengefisienkan ekonomi. Infrastruktur yang baik menjamin efisiensi, memperlancar pergerakan barang dan jasa dan meningkatkan nilai tambah perekonomian.
”Pembangunan infrastruktur salah satu kunci keberhasilan perekonomian. Kalimantan Timur harus mampu mendorong infrastruktur fisik diantaranya jalan dan jembatan, dalam rangka memeratakan pertumbuhan ekonomi hingga ke berbagai pelosok,” ujarnya.
Perencanaan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tepat antara lain dari pemilihan jenis semen yang bermutu. Kondisi topografi menjadi salah satu pertimbangan yang harus diperhitungkan pemerintah daerah dan elemen lain yang akan membangun infrastruktur jalan dan jembatan. Dia menjelaskan, semen adalah bahan perekat pada campuran beton yang digunakan sebagai bahan struktur yang dapat menahan beban.
“Semen merupakan bahan paling penting dalam campuran beton karena sangat menentukan kekuatan, keawetan, tahan terhadap lingkungan. Hal ini harus dipertimbangkan karena sangat berpengaruh pada biaya dan dampak keberadaan infrastruktur dalam jangka menengah-panjang,” jelasnya.
Bambang Djoko menuturkan, terdapat dua kategori semen, yaitu portland dan blended cement. Portland cement adalah jenis semen hidraulis yang umum digunakan untuk konstruksi. Adapun blended cement adalah campuran semen dengan satu atau lebih bahan tambahan lainnya (disebut sebagai Supplementary Cementitous Material/SCM) yang juga digunakan dalam beton untuk konstruksi.
Menurut Bambang, terdapat beberapa keuntungan dalam menggunakan blended cement daripada menggunakan portland cement dan bahan tambah yang terpisah dalam pencampuran beton. “Pada waktu produksi beton, pencampuran semen dengan bahan tambah (blended cement) dapat lebih seimbang. Hal itu bisa mengurangi  masalah tidak tercampurnya bahan tambah dengan baik. Selain itu, hasil dari pencampuran yang menggunakan blended cement lebih baik dibanding dengan portland cement yang diberi bahan tambahan sendiri,” ujarnya.
Dengan pertimbangan pemilihan semen yang baik untuk menghasilkan infrastruktur berkualitas, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk telah membangun Packing Plant di Balikpapan yang mulai dibangun pada bulan Maret 2013. Keberadaan packing plant itu akan memudahkan pemenuhan kebutuhan semen yang tepat mutu bagi pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur. Selama ini, Semen Indonesia memang dikenal sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional yang mempunyai produk bermutu tinggi berstandar Internasional.
Kebutuhan semen di kawasan Kalimantan secara umum terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Selama periode Januari-Maret 2014, pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan mencapai 1,126 juta ton naik 4,1% dibanding tahun 2013 sebesar 1,081 juta ton. Pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan itu melampaui kinerja penjualan semen secara nasional pada yang hanya tumbuh 3,7%. Pertumbuhan penjualan semen di Kalimantan juga melampaui wilayah lainnya, seperti Sumatera yang hanya tumbuh 1,4%, Nusa Tenggara 3,7% serta Maluku & Irian Jaya yang tumbuh minus 9,4 persen. [kim]

Tags: