Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Gus Ipin Usul Exit Tol Dekat Trenggalek

Trenggalek Bhirawa
Bupati Trenggalek, Muchamad Nur Arifin mengusulkan agar exit tol sedekat mungkin dengan wilayah Trenggalek-Kediri untuk mengoneksikan pelabuhan nasional dan bandara Kediri.
Usulan ini disampaikan Bupati Ipin—sapaaan Muchamad Nur Arifin pada kunjungan Tim dari Kementrian Koordinator Perekonomian RI dalam rangka menindaklanjuti Perpres 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto; Surabaya-Sidoarjo-Lamongan-Kawasan Bromo-Tengger-Semeru serta kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan, Sabtu (18/1).
Trenggalek menjadi salah satu Kabupaten di Jawa Timur, yang menjadi tujuan tim ini, selain Pacitan, Tulungagung, Blitar dan beberapa Kabupaten lainnya, karena posisinya yang sangat strategis menghubungkan pelabuhan di Prigi dan Bandara yang sedang dikembangkan di Kawasan Kediri.
Kepada Tim Kementrian ini, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berharap pembangunan Exit Tol mendekati Trenggalek bisa didahulukan. Karena menurutnya mendekatkan pintu tol dengan Kawasan Prigi bisa membuka potensi ekonomi di Kawasan Selatan dan Selingkar Wilis.
Ditanya mengenai hal tersebut, Bupati termuda ini menjelaskan “Saya anggap itu yang paling cepat meleverage ekonomi khususnya industri pariwisata, kemudian perikanan kita,” terangnya kepada awak media.
Lebih lanjut orang nomor satu di Trenggalek ini menambahkan, exit tol ini juga dapat mengkoneksikan bandara Kediri dengan pelabuhan Trenggalek .” Saya rasa itu akan mengkoneksikan aglomerasi ekonomi di sekitar kawasan Kediri, Selingkar Wilis dan Kawasan di Selatan Jawa,” lanjutnya.
Sedangnkan perwakilan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Dr. Ir. Wahyu Utomo, MS., menerangkan maksud kunjungannya bersamaan tim ke Trenggalek dalam rangka meninjau kesiapan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek, terkait dengan Perpres 80 tahun 2019.
“Karena di dalam Perpres ini ada beberapa program di Kabupaten Trenggalek yang akan coba kita lihat kesiapannya maupun dukungan Pemerintah daerahnya,” terangnya.
Kemudian juga potensi-potensi mana yang didahulukan, karena tidak mungkin kita bisa membangun semua projek secara bersamaan. Tentu perlu kita tentukan pojek mana yang paling siap dan memberikan dampak yang paling besar bagi perkembangan perekonomian, imbuhnya.
K”ami tadi banyak mendapatkan informasi dari pak Bupati dan tentunya ini akan coba kita bahas di pusat. Meskipun sudah ada di Perpres 80, kita ingin melihat kesiapannya dan itu yang ingin kita utamakan,” terangnya.
Menanggapi permintaan Bupati Trenggalek, yang paling utama mendekatkan pintu Tol dengan Trenggalek, Deputi Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah ini menyebutkan, akan dibahas dengan teman-teman dari Kementrian PUPR. Kemudian juga dengan teman-teman Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementrian Perhubungan karena katanya di Watulimo sangat berpotensi besar untuk pengembangan pelabuhan di Kawasan Selatan,” lanjutnya.
“Kita tahu, tadi telah disampaikan oleh Pak Bupati, potensi untuk mengembangkan potensi pelabuhan disana, sangat besar. Karena Teluknya yang cukup besar sehingga aman untuk manuver kapal sebesar apapun, sehingga perlu kita check secara tekhnis,” terangnya.
Ditambahkan oleh Wahyu, “saya pikir saran-saran dari Pak Bupati ini cukup baik dan cukup inovatif. Saya yakin aturan-aturan dan niat untuk mempernudah investor masuk ke Trenggalek, maka potensi kawasan do Trenggalek akan menjadi lebih baik lagi. Perlu kita siapkan semuanya utamanya terkait dengan regulasinya,” tutupnya.(Wek)

Tags: