Dorong Petani Muda sebagai Garda Terdepan Pembangunan Pertanian

Peranan petani muda dalam memajukan pertanian suatu negara tentu memiliki kontribusi yang besar bagi suatu negara dan bangsa atas ketersediaan pangan, melalui produksi pangan yang bisa terus ditingkatkan. Realitas posisi kehadiran petani muda ini penting terperhatikan pasalnya, petani menjadi tulang punggung negara untuk menjaga ketahanan pangan. Sehingga, tidak heran jika kehadiran petani perlu mendapat perhatian publik dan pemerintah agar di masa yang akan datang negeri ini tidak mengalami defisit atau kekurangan petani, terutama mewujudkan petani muda atau regenerasi petani.

Merujuk data BPS tercatat bahwa jumlah petani per 2023 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 8% atau setara dengan 2,7 juta orang. Kemudian, sekitar 30,4 juta orang atau 91% berusia di atas 40 tahun, dengan mayoritas usia mendekati 50-60 tahun. Kondisi ini kian diperparah dengan penurunan jumlah regenerasi petani muda. Dalam data yang sama, dari periode 2021 ke 2022, penurunan jumlah petani muda mencapai 415.789 orang. Kalaupun ada kenaikan di tahun 2023 tipis yakni sekitar 1,86 juta orang atau naik 29,96% secara year on year,(Republika,4/5/2024).

Data tersebut bisa terartikan bahwa kehadiran petani muda di Indonesia dari tahun ke tahun masihlah minim. Minat menjadi petani masih diluar harapan pemerintah. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasi ketersediaan petani muda, maka Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) perlu terus mengawal, dan memajukkan sektor pertanian demi mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Sselebihnya Kementan perlu terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian.

Salah satunya, dengan memfasilitasi bertumbuhnya petani muda dengan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani melalui pelatihan dan pemanfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Termasuk, mendorong dan memfasilitasi bertumbuhnya usaha tani atau agripreneur yang di jalankan oleh generasi muda. Sehingga, sudah saatnya pemerintah berkomitmen dalam mengawal regenerasi petani melalui upaya menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan.

Gumoyo Mumpuni Ningsih
Dosen Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang.

Tags: