Dorong Transformasi Digital dalam Pendidikan

Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat massif di seluruh dunia memberikan perubahan yang signifikan terhadap aspek kehidupan masyarakat, salah satunya dalam bidang pendidikan. Telebih saat ini, banyak negara yang sudah menerapkan sistem pembelajaran digital demi mengikuti arus perkembangan zaman serta teknologi yang semakin canggih. Realitas tersebut, tentunya berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Sehingga, tidak heran jika perkembangan teknologi dalam global pendidikan dewasa inipun sudah banyak membentuk perubahan. Dan, transformasi digital dalam pendidikan sendiri kini menjadi sebuah kebutuhan.

Oleh sebab itu, dunia pendidikan harus menyambut perubahan ini dengan antusias. Perubahan tersebut dikenal sebagai era digital, yakni era memberi ruang informasi mudah dan cepat diperoleh serta disebarluaskan menggunakan teknologi digital. Dari situ, semakin menegaskan bahwa transformasi digital di bidang pendidikan merupakan terobosan kebijakan yang patut untuk mendapatkan apresiasi. Pasalnya, hal tersebut merupakan salah satu jalan guna memajukan pendidikan di Indonesia jauh lebih berkualitas. Sehingga, cita-cita pendidikan Indonesia yang tertuang dalam Pasal 3 UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bisa terwujud.

Melihat hal tersebut, tentu menjadi peluang untuk transformasi teknologi di dunia pendidikan. Sehingga dari situ sumber daya pendidik harus menyediakan konten yang memiliki daya tarik untuk anak-anak. Keberadaan konten bermuatan pendidikan yang menarik dapat menjadi peluang yang bagus menghadapi fenomena anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan gawai mereka. Selain itu, di era Merdeka Belajar saat ini, guru harus senantiasa berkolaborasi dengan sesama guru, karena berbagai tuntutan pembelajaran yang diharapkan berubah.

Itu artinya, guru di era Merdeka Belajar harus selalu berinovasi dengan berbagai gaya dan media ajar. Oleh karenanya visi pendidikan tidak boleh terkotakkan hanya pada wawasan yang sempit. Dan, hal utama yang meski diingat bahwa dalam melakukan transformasi digital pendidikan untuk kehidupan yang lebih baik, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah juga membutuhkan ide-ide, pemikiran yang kreatif, dan gerakan nyata dari seluruh elemen bangsa, sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi aktif dalam membangun peradaban bangsa.

Ani Sri Rahayu
Dosen Civic Hukum Universitas Muhammadiyah Malang.

Tags: