Dorong Wali Kota Batu Segera Tetapkan Siaga Darurat Bencana Alam

Suasana sosialisasi dan rakor kesiapsiagaan mengantisipasi bencana pada musim hujan yang digelar BPBD Kota Batu di Hotel Aster kota setempat, Selasa (4/10)

Kota Batu, Bhirawa.
Kota Batu perlu mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi pada musim hujan tahun 2022- 2023. Dari prakiraan BMKG ada beberapa daerah termasuk Kota Batu yang sifat hujannya di atas normal. BPBD Kota Batu segera mendorong Wali kota untuk menetapkan situasi siaga darurat bencana.

Permintaan siaga darurat ini hasil rapat kordinasi dengan para stakeholder di Hotel Aster Kota Batu, Selasa (4/10).

Kasie Logistik dan Kedaruratan BPBD Kota Batu, Ahmad Choirur Rochim mengatakan bahwa Pemkot akan segera mengambil langkah- langkah untuk mencegah dan/atau meminimalkan dampak bencana yang berpotensi terjadi.

Dari hasil monitoring dan pemantauan wilayah Kota Batu, menyimpulkan wilayah kota ini memiliki potensi tinggi terhadap terjadinya bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang/puting beliung.

“Setelah Rakor ini, kita dorong kepada Kepala Daerah (Wali kota) untuk menetapkan siaga darurat bencana mulai 4 Oktober 2022 s/d April 2023 atau selama berlangsungnya musim hujan,” ujar Rochim usai rakor di Hotel Aster, Selasa (4/10)

Ia menjelaskan bahwa cuaca ekstrim akan terjadi selama musim hujan sehingga dipandang perlu untuk segera mengambil langkah-langkah darurat. Hal ini dalam upaya mengantisipasi serta meminimalkan dampak korban dan kerugian harta benda dari potensi ancaman bencana. Dan untuk upaya itu perlu koordinasi dengan pihak para stakeholder dan pihak terkait.

Beberapa waktu lalu telah beberapa kali terjadi hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Hal ini diikuti dengan adanya peningkatan intensitas angin kencang pada kurun waktu tanggal 1-19 September 2022. Akibatnya, telah beberapa kali terjadi pohon tumbang dan bangunan rusak sebagal dampak hujan dan angin kencang tersebut.

Diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Januari 2023. Untuk itu BPBD bersana para stakeholder harus segera membuat rencana operasi siaga darurat dalam mengantisipasi bencana.

Ditambahkan Kasie Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu, Gatot Nugraha ada beberapa langkah yang perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi bencana alam. Antara lain, melakukan kaji cepat untuk analisis kebutuhan keadaan darurat, aktivasi Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) menjadi Pos Komando (Posko) Siaga Darurat.

“Kemudian juga perlu penyusunan rencana kontinjensi yang dilanjutkan dengan menjadikannya Rencana Operasi Keadaan Darurat,” ujar Gatot Nugraha.(nas.gat)

Tags: