Dosen Muda Harus Siap Studi ke Luar Negeri

2-Foto_tamUnesa, Bhirawa
Di pembuka usianya yang ke-50, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)  tak ingin ketinggalan menyambut era global Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini pun mulai menjadi perhatian dengan sejumlah persiapan Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) negeri di Jatim itu.
Rektor Unesa Prof Warsono mengatakan, persiapan yang akan menjadi prioritas diantaranya ialah mendorong dosen-dosen muda untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Sebab, saat ini masih sedikit dosen yang mau melanjutkan studinya ke luar negeri.
“Ke depan, dosen yang usianya kurang dari 35 tahun harus siap melanjutkan studi ke luar negeri. Ini agar kajian dan penelitian yang dilakukan dosen-dosen Unesa dapat semakin berkembang,” kata Warsono usai memimpin rapat terbuka Dies Natalis ke 50 Unesa, Selasa (23/12).
Upaya juga akan dilakukan untuk mengembangkan kerjasama dengan universitas di luar negeri. Tujuannya, untuk mengembangkan program double degree maupun pertukaran dosen dan mahasiswa.
Selain untuk dosen, Warsono mengatakan, persiapan juga perlu dilakukan untuk mahasiswa dalam menyiapkan calon lulusan. Diantaranya ialah penguatan berbahasa Inggris.  Hal yang tidak mungkin menurut dia, menyambut globalisasi tanpa komunikasi yang efektif. Sedangkan satu-satunya alat komunikasi yang harus dikuasai adalah bahasa.
“Kita bisa menetapkan ini sebagai syarat kelulusan mahasiswa. Belajar Bahasa Inggris itu kan sebenarnya mudah, hanya habit dan habitat,” tutur rektor pengganti Muchlas Samani itu.
Dalam rapat senat itu, Warsono juga menyinggung terkait serapan anggaran Unesa tahun ini yang baru mencapai 60,91 persen per November lalu. Dari total pagu Rp407 miliar, yang baru terserap baru sekitar Rp 248 miliar sehingga sisa anggaran mencapai Rp159 miliar.
Terkait itu, Warsono mengakui rumitnya birokrasi dalam penggunaan anggaran pemerintah. Mulai dalam hal perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasannya masing-masing harus melewati proses lelang. Sementara satu proses lelang bisa memakan waktu hingga 40 hari.
“Karena itu, ke depan kita akan lebih awal melakukan lelang perencanaannya,” tutur dia. Namun ada juga masalah jika lelang perencanaan didahulukan. Sebab, belum tentu setelah proses lelang dilakukan anggaran disetujui pemerintah.
“Apalagi jika ada pos anggaran yang diberi tanda bintang, bisa sampai memakan waktu sampai tiga bulan,” tutur dia. Dalam kesempatan itu, Dies Natalis Unesa ke-50 Unesa juga disertai peluncuran buku berjudul ‘Unesa Emas Bermartabat’. [tam]

Keterangan Foto : Rektor Unesa Prof Warsono menunjukkan buku yang baru dilaunching berjudul ‘Unesa Emas Bermartabat’ usai rapat terbuka. (adit hananta utama/bhirawa)

Tags: