Dosen Teknik Informatika Untag Ciptakan Readi, Alat Pendeteksi Ruangan Bagi Penderita Penyakit Asma

Agus Hermanto, Dosen Teknik Informatika Untag Surabaya

Bhirawa, Surabaya
Dosen Prodi Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Agus Hermanto SKom MKom, menciptakan alat pendeteksi asma bernama Readi (Respiratory Detection Distress) yang dapat dibawa ke mana saja dan membantu penderita konsultasi dengan dokter.
Alat pendeteksi asma ini diciptakan karena adanya data dari banyaknya pasien yang alergi terhadap ruangan tertentu sehingga menyebabkan gangguan pernafasan, alat ini didesain secara portable agar dapat dibawa kemana – mana dan mudah mendeteksi kadar udara pada ruangan yang berbeda. Alat ini juga memanfaatkan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan yang bisa berfikir seperti manusia dan alat ini bisa dikontrol melalui smartphone.
Menurut Aher-sapaan akrab Agus Hermanto, cara kerja Readi ini memberikan peringatan pada penderita bila terdapat sebuah polutan udara yang dapat memicu asma menjadi kambuh. Solusi yang diberikan alat ini dapat mendeteksi denyut jantung dan mengukur suhu tubuh pada penderita.
Aher menjelaskan, bila ruangan tempat penderita asma itu berada dalam kondisi normal maka lampu indikator pada Readi warna hijau yang menyala, artinya partikel dalam ruangan itu kondisinya normal. Jika lampu warna kuning yang menyala maka perlu diwaspadai, dan lampu warna merah yang menyala artinya kondisi di ruangan itu menimbulkan gejala berat dan si penderita akan diingatkan untuk mengkonsumsi obat yang dianjurkan dan dapat sekaligus berkonsultasi juga dengan dokter.
“Untuk indikator warna merah sendiri pasien atau penderita dianjurkan segera menghubungi keluarga penderita asma dan dokternya, agar dapat segera didiagnosa secara online dengan mengirimkan data denyut jantung dan suhu tubuh,” jelas Aher.
Alat ini sudah direncanakan pembuatannya sejak tahun 2021 lalu dan akan diproduksi secara massal, setelah adanya desain ulang agar penampilan Readi menjadi menarik saat digunakan oleh khalayak yang membutuhkan. Selain itu masih diperlukan sebuah peningkatan dalam kapasitas baterai agar dapat diisi ulang layaknya smartphone yang menggunakan baterai Lithium.
Aher juga memaparkan fungsi Readi ini tidak hanya dipergunakan untuk penderita asma anak – anak saja, namun bisa digunakan untuk penderita asma para remaja dan dewasa. Karena alat ini bisa mendeteksi tekanan jantung. Bahkan alat ini difokuskan pada anak – anak karena mereka bermain di tempat yang terbuka yang ruangannya terdapat polusi.
Untuk masing – masing tombol memiliki fungsi yang berbeda – beda pada tiap warnanya, yaitu : tombol biru untuk power/daya, merah untuk merekam denyut jantung, hijau untuk mengukur suhu, dan kuning untuk mereset.
“Untuk project selanjutnya mungkin saya akan membuat sebuah alat yang dapat mencegah orang mengantuk saat berkendara terutama saat menyetir mobil, alat ini konsepnya merupakan sebuah gelang yang dapat memberikan kejutan listrik kecil 2 volt selama 2 detik. Kejutan kecil ini akan membangunkan jantung pengemudi yang sedang lemas agar tidak terjadi kecelakaan saat mengemudi sambil ngantuk,” tutur Aher. [mg1.mg2.fen]

Tags: