DPKH Pemkab Probolinggo Jamin ”ASUH”, Ketahui Asal Produk Hewan

DPKH lakukan pengawasan dan pendataan produk hewan di pasar tradisional.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) terus berupaya untuk menjamin ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) produk hewan dan mengetahui asal produk hewan jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Salah satunya dengan melakukan pengawasan dan pendataan produk hewan di pasar tradisional. Selasa 21/7/2020, kegiatan ini dilakukan di Pasar Leces dan dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran drh. Yukti Widiatmaningsih dan Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto didampingi Koordinator Pasar Leces Joni Kisworo.

Dasar hukum kegiatan ini adalah Undang-undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2012 Tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

“Pasar Tradisional Leces merupakan juara I Tingkat Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dalam Lomba Kios Daging Pasar Tradisional yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur,” kata Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Yahyadi melalui Kasi Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto.

Menurut Niko, pengawasan produk hewan ini merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara rutin oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Probolinggo dalam usaha untuk menjamin ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal) produk hewan (daging sapi, ayam, kambing/domba, telur dan susu) yang beredar di pasar tradisional.

“Sedangkan pendataan produk hewan kali ini bertujuan untuk mengetahui asal diperoleh produk hewan tersebut sekaligus mengetahui harga di pasar tradisional menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah,” jelasnya.

Dari kegiatan tersebut diperoleh informasi bahwa penjual daging sapi di pasar tradisional Leces ada 8 (delapan) orang/bedak dan daging kambing ada 2(dua) orang/bedak dengan harga daging sapi berkisar Rp 100.000 hingga Rp 105.000 per kilo, harga paru-paru Rp 80.000 per kilogram, hati Rp 90.000 per kilogram dan babat Rp 50.000 per kilogram.

“Sedangkan daging kambing berkisar Rp 100.000 per kilogram. Daging sapi yang dijual di pasar tradisional Leces diperoleh pedagang dari Rumah Potong Hewan (RPH) Leces,” terangnya.

Niko menerangkan penjual daging ayam potong di pasar tradisional Leces ada 14 orang/bedak dengan harga Rp 28.000 per kilogram. Harga daging ayam saat ini menurut pedagang leces sering naik turun dan saat ini harga daging ayam sedang anjlok. Harga telur ayam berkisar Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per kilogram, telur asin mentah Rp 2.000 per butir sedangkan yang masak Rp 2.500 per butir. Telur ayam kampung Rp 1.800 per butir.

“Selanjutnya, telur angsa Rp 40.000 hingga Rp 100.000 per butir. Bahkan menurut penjual telur angsa semakin kopyor telur angsa semakin mahal. Telur burung puyuh Rp 30.000 per kilogram yang mentah, sedangkan yang masak Rp 32.000 per kilogram dan telur burung dara Rp 5.000 per biji. Harga produk hewan menjelang Idul Adha menurut pedagang produk hewan Pasar Leces tetap stabil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran drh. Yukti Widiatmaningsih menyampaikan bahwa bungkus daging sebaiknya berbahan plastik warna putih/daun jati.

Demikian pula dengan Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto yang meminta agar warna dinding/cat/lantai/sebaiknya berwarna bersih/putih dan selalu memakai masker, cuci tangan serta menjaga jarak saat berjualan di pasar tradisional. [wap]

Tags: