DPKH Situbondo Terima Penghargaan dari Kementan

Kepala DPKH Kabupaten Situbondo dr MH Riwansia saat menerima penghargaan dari Mentan RI yang diwakili Kepala Balai Besar Penelitian Pengembangan Tehnologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor Ir Mastur Msi PhD, Kamis (26/11). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Di tengah kabar duka meninggalnya orang nomor satu di lingkungan Pemkab Situbondo, Dadang Wigiarto, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Situbondo berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dari Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (26/11).

Prosesi peresmian acara penghargaan dibuka Menteri Pertanian RI secara virtual. Sedangkan piagam penghargaan diserahkan langsung Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tehnologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogor Ir Mastur Msi PhD di gedung setempat.

Menurut Kepala DPKH Kabupaten Situbondo, dr HM Riwansia, penghargaan ini merupakan pertama kali diterima lembaganya setelah beberapa waktu lamanya berhasil mengembangkan produksi tanaman sorgum di Kabupaten Situbondo.

Bagi Udin-panggilan akrab dr HM Riwansia-penghargaan tersebut sebagai pelecut semangat keluarga besar DPKH Kabupaten Situbondo untuk meningkatkan kinerja saat ini hingga dimasa mendatang. “Penghargaan ini merupakan kebanggaan bersama. Capaian ini berhasil dicapai juga berkat adanya dukungan dari para petani dan peternak di Situbondo,” ujar Udin ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya Jumat (27/11).

Masih kata Udin, ia sebenarnya kurang setuju memberitahukan capaian penghargaan dari Menteri Pertanian RI di akhir tahun 2020 ini. Pasalnya, aku Udin, masyarakat Situbondo saat ini masih diliputi suasana duka setelah Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meninggal dunia Kamis sore kemarin.

Namun karena penghargaan ini menyangkut hasil kerja keras semua elemen di bidang produksi tanaman sorgum, maka Udin harus memberitahukan kepada publik. “Ya Pak Menteri membuka secara virtual. Khusus piagam penghargaan saya terima langsung dari bapak Mastur, Kepala Balai Besar Litbang Tehnologi dan Sumberdaya Genetik Bogor,” jelas Udin.

Secara tehnis, lanjut Udin, jenis penghargaan ini merupakan satu satunya berhasil diterima Kabupaten Situbondo dan diserahkan langsung di ruang rapat Garcinia Kantor Balai Besar Biogen Bogor Jawa Barat. Dalam kegiatan penyerahan penghargaan ini, ulas Udin, panitia mengambil tema ‘biotehnologi untuk ketahanan pangan, kesejahteraan ekspor bersama mitra BB Biogen’. “Kami memilih menerima penghargaan secara tatap muka karena ini sudah mendapatkan persetujuan dari Bupati, kala itu. Tetapi kami tetap mematuhi secara protokol kesehatan (prokes),” ungkap Udin.

Udin kembali menerangkan, penghargaan ini diterima Kabupaten Situbondo karena dinilai sukses oleh Kementerian Pertanian RI setelah berhasil mengawali dan merangkul petani/peternak untuk fokus menanam tanaman sorgum.

Selain memiliki kualitas bagus, terang Udin, Sorgum dinilai memiliki sisi keunggulan efisiensi untuk kecukupan stock pangan ternak di Situbondo. “Komoditas sorgum ini memiliki multifungsi. Bisa dijadikan stock pangan ternak dengan harga yang terjangkau dan juga bisa diolah sebagai bahan pangan manusia yang penuh dengan nutrisi. Bahkan sekarang masyarakat Situbondo banyak mengolah sorgum untuk menu makanan seperti layaknya beras,” pungkas Udin.[awi]

Tags: