DPRD Bondowoso Susun Raperda Inisiatif Pengembangan Usaha Mikro

Yondrik, S.H., Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bondowoso. (Ihsan Kholil/Bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso telah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Usaha Mikro. Yang mana pada tahun 2021, Perda inisiatif ini diproyeksikan akan memperkuat keberadaan UMKM sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat.

Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Bondowoso, Yondrik, S.H mengungkapkan bahwa upaya pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro perlu dilakukan secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan.

Oleh karena itu kata dia, harus dilakukannya pengembangan iklim usaha yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang luas.

“Dalam sejarah DPRD Kabupaten Bondowoso baru kali ini membidangi Raperda inisiatif salah satunya yang masuk Propemperda di tahun 2021 yaitu pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro,” ungkap Yondrik, Selasa (1/12).

Politisi Partai Golkar menjelaskan, salah-satu sebab disusunnya Raperda inisiatif itu dilatarbelakangi oleh permasalahan yang kerap dialami oleh banyak pelaku usaha mikro di Bondowoso, yakni masih lemahnya dalam hal pemasaran.

Akan hal tersebut melalui Raperda inisiatif lanjut Yondrik, pemerintah akan mendorong pertumbuhan pelaku usaha melalui sentralisasi kegiatan usaha mikro yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan bahan baku sejenis dan mengerjakan proses produksi yang sama. Diharapkan dengan sentralisasi tersebut wisatawan dapat lebih mudah mengakses produk-produk lokal.

“Dengan adanya sentra wisatawan akan lebih mudah untuk mengakses. Semisal kerajinan kuningan seperti di Desa Cindogo, Tapen, Batik Tamanan, bahkan tape yang ada di Desa Sumber Tengah, Binakal,” terang Anggota DPRD Komisi III itu.

Adapun tujuan dari penyusunan Raperda tentang pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro tersebut yakni diantaranya, menumbuhkan dan mengembangkan usaha dalam rangka membangun perekonomian Nasional berdasarkan demokrasi ekonomi yang berkeadilan.

“Agar kegiatan usaha mikro yang sudah ada di Kabupaten Bondowoso tersentral, sehingga wisatawan yang datang dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai produk-produk lokal,” urainya Ketua PD AMPG Bondowoso itu.

Tak cukup itu, tujuannya juga agar pelaku usaha mikro mendapatkan perlindungan dalam menekuni usahanya. Dan agar pelaku usaha mikro dapat meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usaha yang telah dimilikinya.

“Adanya Sentra bagi Usaha Mikro yang merupakan lokasi pemusatan kegiatan usaha mikro yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan bahan baku sejenis dan/atau mengerjakan proses produksi yang sama” pungkas Yondrik. [san]

Tags: