DPRD Gresik Digeruduk Karyawan PT Artawa

Demo PT ArtawaGresik, Bhirawa
Setelah tuntutan yang sudah disuarakan di Disnaker Kab Gresik belum mendapat kepastian. Akhirnya puluhan karyawan PT Artawa meluruk Kantor DPRD Gresik. Para karyawan meminta ikut menyelesaikan persoalan. Dengan memanggil Disnaker dan manajemen PT Artawa dalam hearing di komisi, ditemuiĀ  Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Saidah dan Sholihuddin di ruang rapat pimpinan berlangsung sekitar satu jam.
Menurut Koordinator Aksi, Isa mengatakan, kedatangannya kepada wakil rakyat untuk meminta kejelasan terkait hak-hak yang seharusnya diterima dari PT Artawa. ”Salah satu upah lembur yang belum diberikan, uang pesangon juga sama sekali belum diberikan. Juga meminta hak kami, sebesar Rp1.055.000.000 untuk 95 karyawan yang di PHK sepihak,” kat Isa.
Masalah ini dibawa ke Disnaker dan DPRD, karena kekesalan para karyawan memuncak setelah pihak perusahaan hanya memberi Rp400 juta dari jumlah yang diminta. Sehingga para karyawan menolak dengan tegas karena ini telah melanggar aturan. Sebelumnya hanya ditawari Rp350 juta, kemudian dinaikan Rp400 juta dan kami tetap menolak,” ujarnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Gresik, Sholihuddin mengatakan, pihaknya akan mendisposisikan permasalahan ini kepada Komisi D untuk hearing. Sehingga nanti bisa dilakukan mediasi antara Disnaker dan perusahaan, dan karyawan bisa duduk satu meja. Supaya tak berlarut, nanti Komisi D akan kita minta untuk menentukan secepatnya hari dan semoga minggu ini bisa.
”Kami akan menindaklanjuti hal ini, soalnya ini merupakan kepentingan banyak orang. Sebenarnya Disnaker telah menetapkan angka Rp1.055.000.000, yang harus dibayar perusahaan kepada karyawan yang di PHK. Namun, pihak perusahaan belum melakukan ketetapan yang dikeluarkan Disnaker. Dan Disnaker sebenarnya sudah menanggapi, kini tinggal perusahaannya saja yang harus bertindak. Karena belum ada kepastian sehingga para karyawan menindaklanjutinya ke DPRD,” ungkapnya. [kim]

Tags: