DPRD imbau RSUD Dr Soedomo Trenggalek Maksimalkan Ruang Isolasi Covid-19

Trenggalek, Bhirawa
RSUD Soedomo Trenggalek saat ini sudah menangani pasien diduga terjangkit Covid-19. Diketahui ada 5 pasien ODP atau Orang Dalam Pemantauan, namun 1 pasien dinyatakan negatif dan sudah diperbolehkan pulang, selain itu ada 1 pasien dengan status PDP atau Pasien Dalam Pengawasan yang saat ini di rawat di RSUD.
Dirut RSUD Dr Soedomo Trenggalek, Dr Sunarto mengatakan sampai dengan saat ini Kabupaten Trenggalek tidak ada pasien yang positif Covid-19 namun ia minta masyarakat untuk tetap waspada.
“Untuk saat ini memang belum ada yang positif terjangkit Covid-19. Untuk ODP dan PDP itu ada akan tetapi masih dalam batas kewajaran atau stabil,” ujarnya.
Kendati demikian terhadap pasien PDP ia meminta harus menunggu proses Swap. Jika hasil Swap keluar maka akan diketahui orang tersebut positif atau negatif virus Corona.
“Total ODP saat ini ada 5 dan yang sudah pulang 1. Sedangkan PDP 1, Jadi insyaallah Kabupaten Trenggalek aman dari virus Corona. Dan mudah-mudahan ODP dan PDP kasusnya tidak positif,” ucapnya.
Lebih lanjut ditambahkan Dr Sunarto Sebagai RSUD yang ditunjuk sebagai rujukan isolasi Covid-19, ia mengaku akan mempersiapkannya secara maksimal, salah satunya meningkatkan kapasitas, Kemudian tenaga medis yang memadai.
“Untuk ruang isolasi di RSUD Dr Soedomo Trenggalek disiapkan 1 gedung dengan 7 ruangan dengan kapasitas bisa mencapai 12 pasien, namun dilihat dulu seperti apa perkembangannya. Jadi untuk 1 gedung itu nanti kita pakai sebagai ruang isolasi. Dan dipisahkan menggunakan sekat agar bisa membedakan antara ODP atau PDP dengan pasien yang lain,” Tandasnya.
Sementara itu menanggapi hal tersebut Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Mugianto mengungkapkan syukur karena Alhamdulillah Trenggalek tidak ada yang positif Covid-19, namun untuk menanggulanginya ia meminta untuk memaksimalkan yang sudah ada di RSUD Dr Soedomo, apabila kekurangan anggaran, kalau bisa mendahului Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) bisa diajukan.
“Kita maksimalkan yang sudah ada, termasuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), pengadaan baju, tambahan gizi, dan intensif tambahan untuk tenaga medis yang menangani Covid-19,” pintanya. (Wek).

Tags: