DPRD Jatim Minta BBPOM Serius Berantas Pil Jin

Foto: ilustrasi

DPRD Jatim, Bhirawa
Banyak jatuhnya korban, terutama di kalangan anak-anak muda di Jatim karena mengkonsumsi pil zenith atau pil jin, membuat DPRD Jatim meminta agar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) serius untuk memberantas peredaran pil terlarang tersebut.
Penegasan itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Jatim Agus Dono Wibawanto kepada Bhirawa, Selasa (11/6) kemarin. Menurutnya, peredaran pil yang membahayakan bagi generasi milenial harus diberantas. Dalam hal ini BBPOM harus terus melakukan pengawasan yang beredar selama ini.
“Obat dan makanan yang beredar selama ini sangat mengkhawatirkan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk pil jin sendiri harus segera berkoordinasi dengan Pemda di Jatim dan BNN tiap daerah serta pihak kepolisian,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrat ini juga menilai bahwa pengawasan makanan dan obat-obatan yang ada di lingkungan sekolah sangat lemah. Oleh sebab itu, pihaknya meminta BPOM pusat segera merealisasikan adanya kantor di setiap Kabupaten maupun kota di Jatim. “Ini penting sekali, sebab untuk mengawasi obat dan makanan yang beredar selama ini sangat mengkhawatirkan untuk jangka panjang,” kata Agus Dono.
Komisi yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) ini juga meminta BBPOM Surabaya untuk melibatkan langsung peran serta masyarakat. “Dan yg paling utama masyarakat dlibatkan untuk membantu pencegahanya. Jadi sosialisasi itu sangat penting dan harus digalakkan serta penegakan hukum benar-benar diprioritaskan,” imbuhnya.
Agus Dono juga mendesak BPOM pusat segera membuka kantor BBPOM di tingkat Kabupaten dan Kota. Sebab, selama ini persoalannya ada di komposisi Sumber Daya Manusia (SDM) di BBPOM sangat terbatas. “BBPOM pusat segera merealisasikan dan membuka kantor di daerah tingkat II, mengingat wilayah Jatim terlalu luas,” terangnya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Mengaku cemas dengan jenis obat-obatan yang akhir-akhir ini marak dikonsumsi generasi milenial. Yaitu pil zenith atau yang populer dikenal dengan pil jin. Apalagi Gubernur perempuan pertama di Jatim ini mengklaim bahwa persentase korban penyelahgunaan narkoba masih sangat tinggi di Jatim, khususnya pada generasi milenial.
Khofifah mengaku telah mengidentifikasi pil jin yang masuk kategori G mudah ditemukan di Surabaya dengan harga sangat murah Rp2 ribu. Persoalan ini, lanjut dia, tidak hanya menjadi masalah Kota Surabaya. Sebab, secara kumulatif Jatim selalu juara satu penyalahgunaan narkoba. [geh]

Tags: