DPRD Kabupaten Mojokerto Bentuk Empat Pansus Eksekutif dan Legislatif

Kabupaten Mojokerto Bhirawa
DPRD Kabupaten Mojokerto bakal bekerja marathon untuk menuntaskan pembuatan empat Raperda usulan eksekutif dan inisiatif legislatif, diantaranya dengan membentuk empat pansus. Dari agenda yang disusun, ditargetkan empat pansus ini akan merampungkan pembahasannya dalam waktu dekat.
Keempat pansus itu diantaranya pansus pertama dengan tema Raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pansus kedua dengan tema Raperda tentang Perseroan Daerah BPR Majatama. Pansus ketiga tentang Raperda tentang Perpustakaan dan pansus keempat tentang Raperda tentang Pengelolaan Sampah.
Sejak dibentuk, keempat pansus mulai bekerja. Salah satunya dengan melakukan studi banding ke daerah lain yang telah atau memiliki perda dengan tema yang sama. Dijadwalkan pula setelah pengkajian studi banding itu dilanjutkan dengan pembahasan antara pansus dengan perangkat daerah pengusul raperda. Juga, DPRD yang juga menginisiasi dua raperda.
Sebelumnya, kalangan dewan memberikan catatan kritis terhadap dua raperda usulan eksekutif yakni raperda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan raperda tentang Perseroan Daerah BPR Majatama. Terkait Raperda KTR, dewan menilai belum adanya uji publik atas usulan raperda itu. Padahal, Raperda wajib memenuhi landasan sosiolologis.
’’Apa saja upaya Pemkab. Penetapan kawasan tanpa rokok yang sangat luas. Kemudian, memang apa ada pemberian sanksi bagi pelanggarnya?,’’ ujar Suwandi Kadir dari Fraksi Golkar.
Ketua Fraksi PAPI, Khusairin menyatakan raperda tentang KTR dianggapnya belum layak diusulkan. Selain belum mengantongi landasan sosiologis bagi sebuah raperda, pengaturan kawasan tanpa rokok itu dikatakannya kurang substansial. ’’Jangan sampai pengusulan raperda ini hanya sebatas untuk mendapatkan penghargaan saja,’’ tudingnya. [Kar]

Tags: