DPRD Kabupaten Trenggalek Evaluasi Penggunaan Anggaran Covid-19

Trenggalek, Bhirawa
DPRD Trenggalek kembali menggelar Rapat kerja bersama tim satgas penanganan Covid-19 Trenggalek di Ruangan Graha Paripurna DPRD Trenggalek guna membahas progres Report penggunaan anggaran penanggulangan penyebaran covid -19 di kabupaten Trenggalek.
Ketua DPRD Trenggalek Samsul Anam mengatakan bahwa Rapat kerja tersebut merupakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Daerah tentang penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Trenggalek.
“Kita lakukan evaluasi terkait progres anggran sampai sejauh mana penggunaan nya,” ucapnya usai rapat kerja. Rabu (13/5).
Sementara itu terkait anggaran yang sudah digunakan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek Samsul Menjelaskan sudah terpakai sekitar 13 persen yang ada di 7 OPD yang punya tanggung jawab untuk melakukan kegiatan sesuai dengan APBD yang telah disahkan untuk penanganan Covid-19 sejumlah 76 milyar.
“Dari anggaran kami 76 milyar sudah di brigdown di tujuh OPD seperti BPBD, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, RSUD , Satpol-PP, Dinas PUPR, Dinas Pertanian dan peternakan, dan Dinas Sosial,” urainya.
Lebih lanjut politisi asal partai PKB mengaku progres yang telah dilakukan oleh masing masing OPD penanganan Covid-19 yang sudah terpakai sekitar 13 persen dari anggaran yang tersedia.
“Ini masih dalam proses, sedangkan hari ini lebih berfokus pada honorarium petugas kesehatan, dan Alat Pelindung Diri (APD),” kata samsul.
Ditambahkan Samsul pihaknya berharap dalam pengunaan aggaran untuk penanganan Covid-19 agar tetap dikawal sehingga tujuan kedepan untuk pembangunan dan proses ekonomi tetap berjalan.
“Kami berharap pengendalian anggran ini tetap dikawal sehingga efisiensi, akuntabilitas, dan Transportasi masih merupakan tujuan kita, sehingga proses ekonomi kedepan itu tetap berjalan dan APBD perubahan masih menyisakan anggran sehingga masih bisa digunakan untuk program- program kegiatan yang lain,” ujarnya.
Selain itu untuk penggunaan KPE dari APBD bahwa lanjut Samsul akan diperuntukkan untuk Guru Madrasah dan Guru Paud. Sehingga mereka yang terdampak bisa mendapatkan insentif penunjang kebutuhan ekonomi selama masa Pandemi.
“Usulan dari teman teman bago mereka para Guru Paud dan Guru ngaji akan mendapatkan program yang seperti itu, agar bagaimana kita memanusiakan manusia, kalau lainnya dapat mengapa mereka tidak,” Tutupnya.(wek).

Tags: