DPRD Kota Probolinggo Perbaiki Jalan Brantas dengan Dana Swadaya

Anggota komisi III DPRD kota Probolinggo perbaiki jalan yang rusak.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Gerah akan apa yang ada pada kondisi jalan yang ada di kota Probolinggo utamanya jalan Brantas kondisinya lama rusak sudah lama menjadi sorotan DPRD Kota Probolinggo Namun tak kunjung di perbaiki. Dengan kondisi itu, wakil rakyat dalam hal ini komisi III berinisiatif turun langsung untuk melakukan perbaikan swadaya di ruas jalan tersebut.
Ketua Komisi III Agus Rianto bersama Robit Riyanto anggota Komisi III dari PPP dan Heru Poniman anggota Komisi III melakukan perbaikan di sejumlah titik sejak Selasa 12/5/2020 berlubang dengan menggunakan bahan seperti batu, semen, pasir dan air yang diangkut dengan mobil.
Penambalan jalan Brantas secara swadaya ini merupakan bentuk protes kami kepada Dinas PUPR dan Pemkot Probolinggo, karena sampai sekarang jalan Brantas tidak segera diperbaiki. Bahkan anggarannya juga masuk dalam recofusing Covid-19,” ujar Agus Rianto, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Rabu 13/5/2020.
Kami setuju saja jika anggaran direcofusing untuk Covid-19, tapi kami melihat disini ada diskriminasi terhadap proyek terkait pemanfaatannya untuk masyarakat. Politisi PDIP ini mengungkapkan bahwa sejatinya jalan brantas ini akan diperbaiki tahun 2020 dengan anggaran Rp 2 miliar yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Anggaran yang sama bersumber dari DID untuk pembangunan Jembatan RSUD baru tetap dilaksanakan.
Jika dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat dengan skala prioritas, jalan brantas ini lebih dibutuhkan. Karena sering terjadi kecelakaan pada warga yang melintas karena jalan Brantas apa lagi di musim penghujan seperti sekarang ini. Termasuk saya sendiri juga begitu,” tuturnya.
Heru Poniman, Anggota Komisi III menjelaskan, Dinas PUPR memiliki dana swakelola yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menambal jalan brantas namun tidak dilakukan sampai saat ini. “Anggaran dana swakelola PUPR itu kisaran Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar, tapi kenapa tidak segera dilakukan perbaikan minimal dengan menambal jalan supaya warga tidak mengalami kecelakaan,” tandasnya.
Syamsuri, warga kelurahan Curahgrinting mengungkapkan bahwa di jalan Brantas sering terjadi kecelakaan. Biasanya. kecelakaan terjadi karena pengendara motor jatuh karena sepedanya masuk ke lubang. “Sering kejadian seperti itu, terutama saat hujan ketika lubang jalan tidak terlihat. Ibu dan anak juga jatuh pernah,” lanjutnya.
Fokus Covid-19 boleh, tapi jalan rusak ini juga tak kalah penting,” kata Ketua Komisi III DPRD, Agus Riyanto. Komisi III DPRD Kota Probolinggo tidak mempermasalahkan langkah Pemkot Probolinggo melakukan Refocusing anggaran APBD, untuk penanganan Covid-19. Tapi, jalan rusak juga tak boleh dibiarkan, karena menjadi tanggung jawab pemerintah.
Anggaran pemeliharaan jalan tersebut dari Dana Insentif Daerah (DID). Namun sesuai surat edaran Menteri Keuangan No.S-247/MK.07/2020, anggaran pengadaan fisik dan jasa dialihkan ke COVID-19. Hal itu termasuk pemeliharaan Jalan Brantas yang saat proses lelang dibatalkan atas permintaan Dinas PUPR.
Terkait anggaran itu, anggota Komisi III, Heri Poniman, telah meminta Dinas PUPR untuk menyiapkan anggaran khusus. Hanya saja masih menunggu petunjuk Wali Kota. “Saat kami minta siapkan anggaran khusus, masih menunggu petunjuk Wali Kota. Lalu sampai kapan? Apa nunggu ada korban,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Agus Hartadi, mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Komisi III DPRD, karena telah diingatkan soal perbaikan jalan Brantas. Dinas PUPR belum dapat memastikan, apakah di tahun 2020 perbaikan jalan Brantas dapat dilakukan.
Hal itu disebabkan karena adanya Refocusing anggaran untuk percepatan penanggulangan Covid-19 yang hampir dilakukan di sejumlah OPD. “Ya untuk tahun ini belum dapat kami pastikan bisa dilakukan perbaikan jalan Brantas. Karena ada skala prioritas lain yang harus kami hadapi. Refocusing anggaran juga menjadi kendala kami selesaikan program yang sudah direncanakan,” tambah Agus Hartadi.(Wap)

Tags: