DPRD Kota Malang Desak Balai Uji Kir Tuntas 2015

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Malang, Bhirawa  
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Subur Triono mendesak agar pembangunan balai uji kir di kawasan Arjowinangun, Kedungkandang harus tuntas pada 2015 karena kebutuhan dananya sudah dianggarkan dalam APBD tahun depan.
“Pembangunan balai uji kir ini harus selesai tahun depan, sebab selain sudah mendapatkan suntikan dana cukup besar, yakni sebesar Rp12,5 miliar, keberadaannya juga akan menambah pendapatan asli daerah (PAD),” kata Subur Triono di Malang, Kamis (13/11).
Untuk melihat perkembangan pembangunan yang telah menghabiskan anggaran miliaran rupiah itu, kata politisi dari PAN itu, Komisi C akan segera melakukan pengecekan ke lokasi proyek karena pembangunan balai uji kir tersebut berlarut-larut dan tidak segera tuntas.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Wahyu Setyanto mengatakan alokasi anggaran pembangunan balai uji kir tersebut disesuaikan dengan DED yang baru, yakni sekitar Rp12 miliar. “Kami juga ingin pengerjaan proyek ini selesai pada 2015 dan bisa segera dioperasionalkan,” katanya.
Ia mengakui anggaran untuk pengerjaan balai uji kir tersebut membengkak dari kebutuhan awal dan pembengkakan anggaran paling besar digunakan untuk pemadatan landasan, yakni mencapai Rp6 miliar. Landasan yang sudah dibangun masih belum sesuai standar dan harus dibongkar untuk dipadatkan lagi.
Pada awalnya, dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2015, Pemkot Malang hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar, padahal anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan proyek tersebut sekitar Rp11 miliar.
Rencananya, penyelesaian pembangunan proyek itu akan dilakukan secara bertahap, namun Komisi C DPRD Kota Malang ingin proyek tersebut selesai pada 2015, bahkan komisi itu mengancam akan menghapus anggaran kalau yang dialokasikan hanya Rp4 miliar.
Karena ancaman itu, nominal yang dituangkan dalam RAPBD 2015, alokasi anggaran untuk pembangunan balai uji kir ditambah menjadi Rp12,3 miliar, dengan harapan pengerjaan proyek itu tuntas pada 2015.
Proyek pembangunan balai uji kir mulai dikerjakan pada 2012. Anggaran proyek tersebut dari APBD 2012 sebesar Rp6,7 miliar, namun pengerjaan proyek tersebut molor dari jadwal yang ditentukan, yang seharusnya selesai pertengahan 2013.
Molornya penyelesaian proyek tersebut disebabkan pelaksana proyek PT Mina Fajar Abadi tidak dapat menyelesaikan proyek tepat waktu, bahkan mangkrak sampai sekarang. Saat ini proyek tersebut masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang.
Berdasarkan hasil audit tim independen dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, proyek itu baru dikerjakan sekitar 61,5 persen. Anggaran yang terpakai untuk pengerjaan fisik sekitar Rp3 miliar, padahal anggaran yang disediakan saat itu mencapai Rp6,7 miliar. [mut,ant]

Tags: