DPRD Surabaya Beri Lampu Hijau Pembangunan Sirkuit

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

DPRD Surabaya, Bhirawa
Keinginan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk membangun sirkuit di sekitar stadion kawasan Gelora Bung Tomo (GBT) untuk mengakomodir kepentingan anak muda yang suka balapan motor mendapat dukungan penuh dari DRPD Surabaya.
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Agustin Poliana  mengatakan Pemkot  Surabaya pada APBD 2015 telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 juta untuk biaya Detail Engineering Design (DED) proyek sirkuit. “DED ini berisi tentang perencanaan detil sirkuit sekaligus berapa besaran anggaran ketika proyek tersebut hendak dikerjakan,” katanya, Minggu (16/11).
Menurut dia, keberadaan sirkuit yang ada di Surabaya Barat ini untuk mengakomodir kepentingan anak muda yang suka balapan motor. “Dari pada balapan liar di jalanan dan membahayakan orang lain dan diri sendiri, kan lebih baik dibuatkan sirkuit,” ujarnya.
Saat ini, lanjut dia, Surabaya sudah memiliki satu sirkuit lintasan balap yang ada di kawasan Kenjeran Park. Sirkuit yang ada di Surabaya timur ini dibangun pada 1998 dan dibuat khusus untuk ajang balapan motor. Ini merupakan sirkuit permanen dengan panjang lintasan sekitar 1.100 meter. Sirkuit Kenjeran ini sering menjadi tempat ajang balapan motor level Nasional.
“Keberadaan sirkuit yang ada di Surabaya barat, di GBT ini untuk mengakomodir kepentingan anak muda yang suka balapan motor. Dari pada balapan liar di jalanan dan membahayakan orang lain dan diri sendiri, kan lebih baik dibuatkan sirkuit,” ujarnya.
Keberadaan sirkuit ini, lanjut dia, selain menjadi tempat penyaluran hobi anak muda yang suka balap motor, juga untuk menggairahkan olah raga di Surabaya. Selama 2014 ini, prestasi olahraga di kota Pahlawan ini bisa dikatakan turun.
Pemkot Surabaya tahun ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9 miliar untuk bonus bagi atlet yang berprestasi. Hanya saja, dari total anggaran tersebut, baru Rp 1 miliar yang terserap.
Selain itu, keberadaan sirkuit ini diharapkan mampu menggairahkan stadion GBT. Tiap tahun, Pemkot Surabaya harus mengeluarkan uang sebesar Rp 4,4 miliar untuk biaya operasional stadion yang diresmikan pada 2010 itu.
Namun, lanjut dia, pendapatan GBT per tahunnya hanya Rp 1,1 miliar. “Saya sendiri belum mengetahui secara persis di mana lokasi yang tepat untuk sirkuit nanti. Semua tergantung dari hasil DED,” kata Agustin.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu berencana membangun sirkuit di stadion GBT. Menurut orang nomor satu di Surabaya ini, kenakalan remaja banyak disebabkan oleh hobi dan kegemaran mereka yang tidak terfasilitasi. Sedangkan mereka memiliki energi yang berlebihan. [gat]

Tags: