DPRD Trenggalek dan TAPD Sepakati Refokusing Covid-19 Rp105 M

Trenggalek, Bhirawa
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, Rencana Refocusing anggaran penangganan covid-19 tahun 2021 Kabupaten Trenggalek resmi disetujui Badan Anggaran (Banggar) DPRD Trenggalek bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk penanganan Covid-19.
Sehingga pelaksanaan refocusing anggaran penanganan Covid-19 tahun 2021 sebesar Rp 105 miliar tinggal menunggu eksekusi.

Dikatakan Wakil Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi bahwa rencana kebutuhan anggaran refocusing sebesar Rp 105 milyar untuk keperluan penanganan covid-19 di Kabupaten Trenggalek sudah disepakati antara Banggar dan TAPD.

“Nilai anggarannya sekitar Rp 105 milyar, dan ini akan digunakan untuk penanganan Covid-19. Hari ini baik Banggar maupun TAPD juga sudah menyepakati itu,” ungkap Doding saat dikonfirmasi, dalam rapat finalisasi antara Banggar DPRD Trenggalek dengan Tim Asistensi Pemerintah Daerah (TAPD) yang bertempat di Graha Paripurna Kantor DPRD. Kemarin,(11/5).

Menurutnya, refocusing anggaran ini merupakan hak prerogatif Bupati. Sedangkan DPRD hanya sebatas menerima pemberitahuan terkait rinciannya saja.

“Rinciannya seperti sumber dana itu dari mana, atau terpotong dari mana juga penggunaan dana itu nanti untuk apa saja,” kata Doding

Lebih lanjut kata Doding Dari Rp 105 milyar tersebut terdiri dari pengurangan dana transfer dari pusat sebesar Rp 27 milyar. Sedangkan untuk pos kegiatan pada Dinas anggaran terbesar ada pada Dinkes dan RSUD Dr Soedomo Trenggalek sebesar Rp 65 milyar.

“Sejauh ini penggunaan anggaran tertinggi ada di Dinas Kesehatan dan RSUD, yakni mencapai Rp 65 milyar,” jelasnya.

Politisi fraksi PDI P ini menegaskan jika kedua OPD itu yang menjadi pengguna anggaran tertinggi penangangan Covid-19. Baik penanganan pasien Covid-19 maupun pelaksanaan proses vaksinasi lanjutan.

“Alokasi anggaran penanganan Covid-19 ini yang terbesar ada pada honor atau insentif petugas pelaksana vaksinasi Covid-19,” imbuhnya

“Yang paling tinggi untuk insentif petugas vaksinasi Covid-19 dengan nilai anggaran sebesar Rp 55 milyar,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Kabupaten Trenggalek saat ini masuk zona kuning penyebaran Covid-19. Artinya, angka penyebaran Covid-19 tergolong sedang.
Meski begitu, Doding meminta agar masyarakat tidak lengah dan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ada.

“Meski angka penyebaran Covid-19 di Trenggalek tergolong sedang atau bisa dikatakan menurun. Kami juga tetap meminta agar masyarakat disiplin prokes sampai virus ini benar-benar hilang,” tutup Doding.(wek).

Tags: