DPRD Tulungagung Segera Panggil Kadinkes Soal Hepatitis Akut

Pimpinan dan anggota DPRD Tulungagung saling bersalaman saat acara halal bihalal di Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (15/5).

Tulungagung, Bhirawa
DPRD Tulungagung dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan (dinkes) Kabupaten Tulungagung terkait perkembangan kasus penyakit hepatitis akut atau hepatitis misterius. Terlebih penyakit tersebut diduga sampai merenggut nyawa seorang anak di Tulungagung.

“Segera akan kami Kadis Kesehatan,” ujar Ketua DPRD Tulungagung, Marsono, usai acara halal bihalal anggota dewan dan sekretariat DPRD Tulungagung di Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (11/5) siang.

Menurut dia merupakan tupoksi dewan dalam memanggil Kepala Dinkes Tulungagung untuk mengklarifikasi kasus dugaan penyakit hepatitis yang belum diketahui penyebabnya itu. “Ini jelas juga sebagai kontrol pada pemerintah daerah,” tandasnya.

Marsono selanjutnya menyatakan sebelum mengambil sikap atau tindakan nyata pada masyarakat diperlukan klarifikasi. Termasuk dengan berkoordinasi, berkomunikasi dan konsolidasi.

“Paling lambat kami akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan minggu depan. Minggu ini kemungkinan kontak-kontak person dulu,” paparnya.

Politisi asal Kecamatan Sendang ini lebih lanjut meminta masyarakat untuk juga proaktif dalam menyikapi kasus penyakit hepatitis akut atau hepatitis misterius tersebut. Salah satunya dengan melakukan komunikasi pada pemangku kepentingan.

“Seperti kalau di desa dengan kepala desa. Kalau di kecamatan dengan forkopimca,” terangnya.

Sementara itu, dalam acara halal bihalal, Marsono menyatakan dewan tetap melakukan harmonisasi untuk perubahan yang lebih baik ke depan. Harmonisasi merupakan kunci menuju keberhasilan.

“Kalau ada yang kurang sekarang harus diperbaiki ke depan. Kami harus menyadari seberapa besar kekurangan kami,” tuturnya.

Kegiatan halal bi halal di kantor dewan ini baru kembali dilakukan setelah dua tahun terakhir tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19. Dan tampil sebagai penceramah adalah Dr KH Eko Abdul Shomad dari UIN Satu Tulungagung. [wed.dre]

Tags: