dr Abraar: Jalani Tes Eclia, Wali Kota Probolinggo Negatif Covid-19

Jalani tes eclia, wali kota Hadi negatif covid 19.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Wali Kota Probolinggo Tinjau Pembuatan 1000 Masker
Kota Probolinggo, Bhirawa
Masyarakat di Kampung Tangguh Semeru (KTS) Bink Laok, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih punya aksi luar biasa. Di sepanjang Jalan Jeruk, mereka membuat 1000 masker kain, pada Minggu (14/6) pagi. Selain itu tingggi mobilitas menemua warganya jalani tes eclia, wali kota Habib Hadi negatif Covid-19.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin meninjau langsung kegiatan tersebut. Ya, di sepanjang jalan itu menunjukkan semua proses pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) seperti face shield dan masker kain yang dibuat secara mandiri oleh warga.

“Bahannya dari kaos ini Pak Wali, dijualnya Rp5.000 per biji,” kata salah seorang ibu yang sibuk memotong kain untuk bahan masker. Di lokasi pagi itu, warga nenunjukkan cara mereka membuat masker. Mulai dari memotong kain, menjahit lipatan kain, menjahit tali masker menyetrika hingga mengemas masker. Selain masker biasa, warga KTS Bink Laok juga bikin masker model scuba dan broklat.

Camat Wonoasih Deus Nawandi yang mendampingi Wali Kota Habib Hadi mengisahkan bagaimana warganya bisa membeli pemotong kain. “Ini ceritanya nabung dari hasil jualan masker, baru bisa beli mesin pemotong,” tuturnya.

“Wah berarti ada cerita dan perjuangannya ya, alhamdulillah. Nanti segera dipasarkan juga bisa lewat medsos (media sosial) agar lebih laku,” sahut Habib Hadi. Orang nomor satu di Kota Probolinggo pun tercengang dengan sejumlah bahan masker yang terbuat dari limbah kain (sisa kain jahitan).

Menurut Habib Hadi, keberadaan kelompok masyarakat ini harus terus ada. Jika tidak ada pesanan masker bisa mengerjakan hal lain yang positif dan mudah dipasarkan. Motivasi dan dukungan harus diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat tersebut agar punya talent yang tinggi dan kreatif. “Teruskan semangatnya sama lihat perkembangan ya, apa yang bisa dibuat segera dibuat saja untuk mengangkat perekonomian di wilayah masing-masing,” terangnya.

“Keberadaan kampung tangguh ini menuntut warga siap menghadapi atau tangguh menghadapi kondisi yang ada. Dengan kolaborasi dengan TNI dan Polri saya yakin masyarakat bisa lebih tangguh dari segala sektor. Tanpa kemandirian dari masyarakat, apa yang sudah dilakukan pemerintah akan sia-sia,” sambung Habib Hadi.

Selain meninjau pembuatan masker, pagi itu juga diserahkan bantuan berupa sembako ke sejumlah lansia di Kelurahan Jrebeng Kidul. Dan yang mengejutkan, saat ada melijo dan penjual tempe melintas, Habib Hadi memberhentikan dan meminta pedagang membagikan jualannya ke masyarakat. Bahkan Habib Hadi mengiris tempe lalu menyerahkan ke ibu-ibu yang mengantre.

Punya mobilitas tinggi dan beresiko karena bertemu dengan banyak orang di luar ruang kerja, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin tiba-tiba memeriksakan diri ke RSUD dr Mohamad Saleh, di sela aktivitasnya.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ikut mencoba tes Covid-19 yang disiapkan oleh tim kesehatan Front Pembela Islam (FPI) yang sedang mobile, lalu singgah di RSUD dr Mohamad Saleh. Tes menggunakan metode Eclia itu dilaksanakan di ruang isolasi khusus. Tidak hanya wali kota, pemeriksaan tersebut juga untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes) di RSUD.

Setelah diambil darah melalui jarinya, Wali Kota Habib Hadi menunggu hasil tes yang memakai alat bernama Afia itu. Tes Eclia merupakan pemeriksaan antigen, antibody untuk nakes di RSUD dr Mohamad Saleh. FPI menjadikan rumah sakit berplat merah ini sebagai jujugan pelayanan mobile oleh tim kesehatannya. Tes Eclia ini hasilnya jauh di atas rapid test, sensitifitasnya antara 70 sampai 75 persen.

Menurut Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh, dr Abraar HS Kuddah, pandemi Covid-19 tidak bisa diselesaikan sendiri namun membutuhkan peran serta semua pihak. Sebenarnya, di RSUD yang terletak di Jalan Panjaitan itu menjalankan tes rutin setiap 14 hari untuk nakes. Sedangkan nakes di ruang isolasi khusus di tes 7 hari sekali. “Ini kebetulan mereka (FPI) roadshow dan datang ke Kota Probolinggo,” terangnya.

Siang itu, sekitar 200 nakes dan wali kota, Plt Direktur RSUD dr Mohammad Saleh juga ikut tes. Hasilnya negatif Covid-19. “Kalau hasil Eclia negatif, sementara bisa dianggap belum terpapar. Semua nakes yang sudah di tes hasilnya juga baik,” ungkap dr Abraar.

“Kami ucapkan terima kasih kepada FPI, atas nama pribadi dan atas nama instansi serta seluruh nakes di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Terutama kepada dr Amira dan dr Syaiful Anam, tentunya kami sangat terbantu,” tambah dokter spesialis bedah ini.

Lebih lanjut Wali Kota Habib Hadi bersyukur hasil tesnya negatif. “Saya mencoba sendiri tadi, dan Alhamdulillah hasilnya negatif,” ujarnya sambil menunjukkan kertas hasil tes.

Wali kota sangat merespon bentuk bantuan yang bermanfaat di tengah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan tentunya Kota Probolinggo.

“Saling berbagi, kebersamaan melakukan hal terbaik sangat membantu dalam kondisi saat ini. Terima kasih atas paritispasi dan keseriusannya dalam menangani bencana non alam di Indonesia, dimana Kota Probolinggo sudah didatangi. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi yang lain untuk lakukan kegiatan sosial dari apapun di kondisi saat ini,” tambah Habib Hadi. [wap]

Tags: